MARKET NEWS

IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual, Pasar Cermati Pemilu AS dan Data Ekonomi

Desi Angriani 02/11/2026 07:41 WIB

Momentum bearish masih dominan sehingga pemulihan tren jangka pendek IHSG belum terkonfirmasi.

IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual, Pasar Cermati Pemilu AS dan Data Ekonomi (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tekanan pada perdagangan Senin (2/11/2026). 

Secara teknikal, indeks masih berada dalam tren bearish setelah ditutup di bawah moving average 3 (MA3), dengan koreksi mingguan mencapai 7,03 persen.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari mengatakan, momentum bearish masih dominan sehingga pemulihan tren jangka pendek IHSG belum terkonfirmasi. 

Pergerakan indeks pada pekan ini akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level psikologis 5.000.

"Secara teknikal, area level support IHSG berada di 4.915-5.012, sedangkan resistance berada di 5.328-5.460," ujar Brigita, Senin (2/11/2026).

Dalam skenario terbaik (best case), selama mampu mempertahankan penutupan di atas 5.000, IHSG berpeluang bergerak konsolidatif dalam rentang 5.000-5.200 sepanjang pekan ini.

Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat dan indeks ditutup di bawah level 5.000, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan untuk menguji area 4.900-5.000.

Sementara itu, dalam skenario terburuk (worst case), tekanan jual yang berlanjut berpotensi membawa IHSG menuju area koreksi berikutnya di kisaran 4.763-4.845.

"Selama mampu bertahan di atas 5.000, IHSG berpeluang memasuki fase konsolidasi. Sebaliknya, penutupan di bawah level tersebut akan meningkatkan risiko pelemahan menuju area 4.900 dan membuka ruang koreksi lebih dalam," tutur dia.

Selain faktor teknikal, pergerakan IHSG pada pekan ini juga akan dipengaruhi oleh respons investor terhadap sejumlah agenda ekonomi domestik. Agenda tersebut meliputi rilis data Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI), neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, cadangan devisa, serta indeks harga rumah.

Dari eksternal, investor juga akan mencermati pelaksanaan pemilu paruh waktu Amerika Serikat (midterm election) pada 3 November 2026 yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar global.

Rekomendasi saham IPOT hari ini:

1. Buy ASII 

Entry: 4.800, Target Price (TP): 5.275, Stop Loss (SL): 4.560). 

Secara teknikal, pergerakan saham ASII menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas MA5 hingga MA50. Selain itu, indikator tradeflow mengindikasikan adanya akumulasi dari smart money dan investor asing yang memperkuat sinyal positif tersebut 

2. Buy ISAT 

Entry: 1.530, Target Price (TP): 1.705, Stop Loss (SL): 1.47.

Secara teknikal, pergerakan saham ISAT membentuk pola falling wedge yang disertai dengan pengujian pada area support kuat. Selain itu, terbentuknya pola candlestick terakhir inverted hammer semakin memperbesar peluang terjadinya pembalikan arah (reversal) menjelang skenario buy on breakout.

3. Buy KLBF

Entry: 730, Target Price (TP): 800, Stop Loss (SL):700. 

Secara teknikal, pergerakan saham KLBF berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek setelah berhasil bergerak di atas MA5 diikuti indikator MACD yang membentuk golden cross mulai bergerak di area positif. Selain itu, tercatat pada 30 Oktober 2026 net foreign buy cumulative senilai Rp28.4 miliar. 

4. Buy Power Fund Series XGLD

XGLD (Premier ETF Gold Sharia Indonesia) menawarkan alternatif investasi yang efisien bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di Bursa, tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung. 

(DESI ANGRIANI)

SHARE