MARKET NEWS

IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Begini Proyeksi Pergerakannya Selama Sepekan

Dhera Arizona Pratiwi 27/04/2026 06:00 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksikan bergerak melemah dalam rentang 6.900-7.300.

IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Begini Proyeksi Pergerakannya Selama Sepekan. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksikan bergerak melemah dalam rentang 6.900-7.300. Sebab, sentimen pembekuan rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih menghantui.

Riset WH Project menyatakan, sepanjang pekan lalu, IHSG yang tadinya terselamatkan oleh masih bertahannya status sebagai emerging market, akhirnya harus kembali melemah ke dalam downtrend channel.

"IHSG masih dipengaruhi sentimen MSCI, karena MSCI belum akan merilis saham-saham baru dalam indeks mereka dan akan mengeluarkan saham-saham HSC dari daftar yang sebelumnya," tulisnya, Senin (27/4/2026).

Bicara tentang High Shareholding Concentration (HSC), BREN dan DSSA yang memiliki bobot besar terhadap IHSG dan free float yang tidak memenuhi kategori, sehingga ditendangnya kedua saham ini akan membuat tekanan jual meningkat.

"Dengan efek bobot itulah yang kemudian menjadi sentimen penyebab IHSG harus diturunkan kembali," katanya.

Dengan kata lain, WH Project menjelaskan, pengganggu utama dari pergerakan IHSG adalah saham-saham HSC yang keluar dari MSCI (efek bobot), bukan lagi faktor eksternal. Namun, kabar baiknya, saham-saham yang berpotensi naik jadi lebih banyak, karena IHSG yang hanya turun akibat efek bobot berarti punya sentimen tersendiri yang efeknya hanya terlihat pada IHSG saja.

Seperti diketahui, IHSG ditutup melemah sebesar 249,12 poin atau 3,38 persen menuju 7.129,49 pada perdagangan Jumat 24 April 2026. Selama sepekan terjadi pelemahan sebesar 6,61 persen.

Menurut WH Project, IHSG kembali bergerak pada downtrend channel dengan posisi candle yang gagal menembus resistance trend line, masih mempertahankan support psikologis pada 7.000.

"Candlestick IHSG tidak membentuk pola apapun saat ini, dan indikator MACD membentuk dead cross, potensi pelemahan lanjutan," katanya.

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal:

- ENRG, buy, estimasi target Rp2.000-Rp2.100. Support Rp1.880 dan resistance Rp2.000.

- AADI, buy, estimasi target Rp11.500-Rp12.000. Support Rp10.400 dan resistance Rp11.300.

- MEDC, buy, estimasi target Rp1850-Rp1.900. Support Rp1.700 dan resistance Rp1.850.

(Dhera Arizona)

SHARE