MARKET NEWS

IHSG Melonjak Lebih dari 3 Persen di Tengah usai AS-Iran Capai Kesepakatan Damai

TIM RISET IDX CHANNEL 15/06/2026 09:55 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada Senin (15/6/2026) setelah sentimen global membaik menyusul kabar kesepakatan damai sementara antara AS-Iran.

IHSG Melonjak Lebih dari 3 Persen di Tengah usai AS-Iran Capai Kesepakatan Damai. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada Senin (15/6/2026) setelah sentimen global membaik menyusul kabar kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.44 WIB, IHSG meningkat tajam 3,63 persen ke 6.225,37. Nilai transaksi Rp7,45 triliun dan volume perdagangan 11,40 miliar saham.

Sebanyak 606 naik, hanya 81 saham turun, dan 272 mendatar.

Kenaikan saham IHSG pagi ini ditopang lonjakan saham-saham konglomerat kenamaan, mulai dari Grup Salim, Sinarmas, hingga Barito, serta saham-saham bank besar.

Phintraco Sekuritas menilai membaiknya sentimen global dan turunnya harga minyak dunia dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia.

Phintraco Sekuritas dalam riset mingguan edisi 15 Juni 2026 menyebutkan, sentimen positif dari pasar global mulai meningkat setelah munculnya kabar terkait kesepakatan damai awal antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Perkembangan tersebut turut mendorong penurunan harga minyak dunia ke bawah level USD90 per barel pada akhir pekan lalu hingga Senin (15/6/2026) pagi.

Penurunan harga minyak dinilai menjadi katalis positif bagi pasar domestik karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, investor juga merespons positif potensi efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50 persen.

Menurut Phintraco, perhatian investor domestik pekan ini akan tertuju pada hasil Global Market Accessibility Review MSCI dan rebalancing indeks FTSE yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni.

Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan saham-saham yang masuk dalam konstituen indeks global, terutama terkait aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

MSCI juga akan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 24 Juni, yang menjadi perhatian utama pelaku pasar karena akan menentukan apakah pembekuan indeks terhadap Indonesia akan dicabut serta apakah status Indonesia sebagai Emerging Market akan dipertahankan atau diturunkan menjadi Frontier Market.

Selain katalis dari indeks global, pelaku pasar juga akan mencermati keputusan sejumlah bank sentral utama dunia. Bank of Japan (BoJ) dan Reserve Bank of Australia (RBA) dijadwalkan menetapkan kebijakan suku bunga pada 16 Juni, disusul Federal Reserve (The Fed) pada 17 Juni dan Bank of England (BoE) pada 18 Juni.

Dari dalam negeri, investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 18 Juni. Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level rata-rata pergerakan 20 hari (MA-20) setelah mengalami tekanan sebelumnya.

IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.200 sepanjang pekan ini.

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan awal Senin (15/6) setelah kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Indeks Nikkei Jepang melonjak 5,35 persen, disusul Kospi Korea Selatan yang naik 5 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga menguat 1,29 persen.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,79 persen, Shanghai Composite China meningkat 0,79 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura menguat 1,26 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE