IHSG Pangkas Koreksi usai BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas pelemahannya pada lanjutan sesi II perdagangan Rabu (22/7/2026).
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas pelemahannya pada lanjutan sesi II perdagangan Rabu (22/7/2026) setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 14.50 WIB, IHSG turun 0,13 persen setelah sebelumnya sempat melemah hingga 0,87 persen pada pukul 13.41 WIB.
Sebanyak 265 saham menguat, 380 saham melemah, dan 320 saham bergerak stagnan.
Koreksi ini terjadi setelah IHSG membukukan reli selama 9 hari perdagangan berturut-turut.
Sepanjang Juli 2026, indeks acuan hanya mencatat satu kali penurunan, melanjutkan pola musiman yang umumnya positif pada bulan tersebut.
Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai tren penguatan jangka pendek IHSG masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.200. Koreksi yang terjadi saat ini dinilai masih tergolong sehat.
"MACD masih bergerak positif, sehingga momentum bullish belum berubah. Investor perlu mencermati volume jual. Selama tekanan jual disertai volume yang rendah, peluang IHSG melanjutkan penguatan masih terbuka," tulis BRI Danareksa dalam risetnya.
Selain itu, BRI Danareksa menyebut penembusan level 6.400 akan menjadi konfirmasi bullish continuation, dengan target resistance berikutnya berada di kisaran 6.517 hingga 6.761.
Sentimen pasar turut dipengaruhi keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate/7-Day Reverse Repo Rate) di level 5,75 persen, di luar ekspektasi mayoritas pelaku pasar yang memperkirakan kenaikan suku bunga.
Dalam jajak pendapat Reuters terhadap 33 ekonom, sebanyak 20 ekonom memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara 13 ekonom memprediksi suku bunga tetap.
Selain mempertahankan BI-Rate, BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di level 4,75 persen dan Lending Facility di 6,50 persen.
Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif 100 basis poin sebagai upaya menarik arus modal asing dan menopang nilai tukar rupiah yang sempat tertekan di tengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia, independensi bank sentral, serta sejumlah kebijakan ekspor komoditas. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.