IHSG Pekan Ini Berpotensi Bangkit di Tengah Estafet Kepemimpinan BEI-OJK
Estafet kepemimpinan baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta rilis data ekonomi menjadi katalis utama yang dinanti pasar.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi memiliki ruang pemulihan yang signifikan setelah mengalami tekanan hebat hingga terkoreksi 6,94 persen ke level 8.329 pekan lalu.
Estafet kepemimpinan baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta rilis data ekonomi nasional menjadi katalis utama yang dinanti pasar pada pekan 2–5 Februari 2026.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai pergantian pimpinan otoritas pasar modal sebagai langkah strategis yang memberikan harapan baru bagi stabilitas bursa.
"Dengan pengalaman yang komprehensif di sektor jasa keuangan tersebut, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia agar semakin progresif di masa depan," kata David dalam risetnya, dikutip Senin (2/2/2026).
Fokus utama investor pada pekan ini tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi (Gross Domestic Product/GDP) Indonesia tahun penuh 2025.
Jika data tersebut melampaui ekspektasi pasar yang berada di angka 5,1 persen hingga 5,2 persen, IHSG diprediksi tidak hanya sekadar menguat, tetapi mampu menciptakan level psikologis baru.
"Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat," kata David.
Meskipun pekan lalu diwarnai aksi jual asing (outflow) sebesar Rp15,7 triliun akibat sentimen "MSCI Effect" dan isu perang dagang Greenland, pasar kini mencermati upaya pembenahan transparansi yang dijanjikan pimpinan baru bursa.
Respons cepat otoritas dalam memenuhi standar Emerging Market MSCI diharapkan mampu meredam volatilitas dan memicu kembalinya arus modal asing. Proyeksi penguatan ini didukung oleh fondasi ekonomi domestik yang dinilai masih solid di tengah ketidakpastian global.
Menyikapi transisi kepemimpinan yang dinamis ini, IPOT mencermati saham-saham yang menunjukkan tren penguatan (uptrend).
Selain faktor GDP, reaksi pasar terhadap pertemuan otoritas dengan MSCI pada Senin sore ini akan menjadi penentu arah pergerakan indeks di awal pekan.
Berikut saham-saham yang menarik dicermati pekan ini.
1. Buy WIIM (Current Price: 1.825, Entry: 1.825, Target Price: 1.975 (8,22%), Stop Loss: 1.745 (-4,38%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,9)
2. Buy JPFA (Current Price: 2.770, Entry: 2.770, Target Price: 3.090 (11,55%), Stop Loss: 2.630 (-5,05%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,3)
3. Buy ULTJ (Current Price: 1.505, Entry: 1.505, Target Price: 1.600 (6,31%), Stop Loss: 1.455 (-3,32%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,9)
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC).
(NIA DEVIYANA)