MARKET NEWS

IHSG Sesi I Kehilangan Tenaga, Turun 0,16 Persen ke 7.621

Rahmat Fiansyah 20/04/2026 12:20 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan Senin (20/4/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan Senin (20/4/2026). (Foto: iNews Media/Aldhi Chandra)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan Senin (20/4/2026). Indeks sempat bertahan di area positif sebelum akhirnya melemah 0,16 persen ke level 7.621.

Sebanyak 243,8 juta lot saham diperdagangkan hingga siang ini dengan nilai transaksi mencapai Rp9,06 triliun.

Phintraco Sekuritas menilai, pergerakan IHSG yang volatil pada sesi pertama seiring meningkatnya ketidakpastian global seputar Selat Hormuz. Penutupan kembali jalur perdagangan di Timur Tengah itu mengangkat harga minyak ke atas USD90 per barel.

Secara teknikal, IHSG memiliki kecenderungan melemah dengan histogram MACD yang bergerak mendatar serta stochastic RSI yang berada di area jenuh beli (overbought).

"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.600-7.700 pada perdagangan hari ini," katanya.

Secara sektoral, hanya ada dua sektor yang menguat yakni CYCLICAL dan INDUSTRIAL. Sementara sisanya turun dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor HEALTH yang turun 1,08 persen. Saham PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi pemberat sektor kesehatan.

Adapun saham-saham yang masuk jajaran top losers hingga sesi I di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,93 persen ke Rp2.120, PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) melemah 4,41 persen ke Rp390, dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) terkoreksi 4,02 persen ke Rp835.

Meski begitu, ada juga saham-saham yang menguat dan masuk deretan top gainers. Di antaranya PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menguat 15,71 persen ke Rp81, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) naik 7,65 persen ke Rp915, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menghijau 6,52 persen ke Rp2.450.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE