IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam fase konsolidasi yang cenderung fluktuatif (sideways volatile) pada pekan ini, 20-24 April 2026.
Dominasi sentimen geopolitik Timur Tengah serta arah kebijakan moneter domestik menjadi faktor utama yang akan menyetir arah pasar.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengatakan meskipun IHSG sempat menguat signifikan ke level 7.634 atau naik 2,35 persen pada pekan lalu, aliran dana asing (foreign flow) justru mencatatkan distribusi atau aksi jual bersih sebesar Rp2,4 triliun.
Imam memproyeksikan IHSG akan menguji level-level teknikal penting guna menentukan arah tren selanjutnya. Area 7.773 dipetakan sebagai hambatan terdekat, sementara level 7.308 menjadi bantalan penopang jika tekanan pasar meningkat.
"Secara teknikal, area 7.773 menjadi resistance terdekat yang cukup krusial, dimana jika berhasil ditembus bisa membuka ruang kenaikan lanjutan. Namun selama masih tertahan, potensi pullback tetap perlu diwaspadai. Sementara itu, level 7.308 menjadi support penting yang akan menjadi penopang apabila terjadi tekanan, terutama jika ada sentimen negatif dari global," kata Imam dalam risetnya, Senin (20/4/2026).