IDXChannel - Nilai tukar rupiah masih berada di jalur pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda turun 82 poin atau 0,46 persen ke level Rp18.049 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas menilai baik faktor eksternal maupun internal masih sama kuatnya dalam memberi tekanan pada rupiah.
Dari ekternal, investor tetap berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam, meskipun kesepakatan tersebut bergantung pada penghentian permusuhan oleh Hizbullah.
“Di AS, DPR yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi untuk mencegah Trump melanjutkan perang dengan Iran. Agar berlaku, resolusi tersebut membutuhkan persetujuan Senat dan mayoritas dua pertiga di kedua kamar untuk mengesampingkan veto Trump yang hampir pasti,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Perhatian juga tertuju pada data ekonomi AS, khususnya laporan penggajian non-pertanian yang dipantau ketat pada Jumat. Pada Rabu, data dari perusahaan pemroses penggajian ADP menunjukkan bahwa perusahaan swasta AS menambah 122.000 pekerjaan pada Mei, melebihi ekspektasi ekonom dan meningkat dari kenaikan bulan sebelumnya.