IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD kerap dihubungkan dengan dinamika harga minyak mentah dunia. Namun, stabilitas mata uang tidak bisa hanya disandarkan pada sentimen eksternal, melainkan sangat bergantung pada disiplin fiskal dan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia M Faisal menegaskan, pemerintah memegang peranan kunci dalam mengendalikan depresiasi rupiah.
Menurutnya, pelaku pasar saat ini sangat menyoroti manajemen fiskal dan konsistensi kebijakan pemerintah sebagai acuan utama dalam menentukan kepercayaan mereka terhadap ekonomi Indonesia.
"Permasalahan pelemahan rupiah saat ini, menurut saya, PR yang besarnya itu adalah di pemerintah. Jadi, untuk bisa lebih membuat rupiah ini betul-betul stabil, pemerintah harus membuktikan kinerja dan tata kelola terkait dengan arah kebijakan program-program prioritas dan tata kelola juganya, yang kaitannya dengan manajemen dari sisi fiskal," ujar Faisal kepada IDX Channel, Jumat (17/7/2026).