MARKET NEWS

IHSG Sesi I Melemah, Saham BREN-DSSA Tertekan dan BDMN Sentuh ARA

Rahmat Fiansyah 22/04/2026 12:20 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level 7.544,36 poin, melemah sebesar 0,2 persen pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (22/4/2026).

IHSG parkir di level 7.544,36 poin, melemah 0,2 persen pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (22/4/2026). (Foto: iNews Media/Aldhi Chandra Setiawan)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level 7.544,36 poin, melemah sebesar 0,2 persen pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (22/4/2026).

Hingga jeda siang, sebanyak 259,7 juta lot saham diperdagangkan di pasar reguler dengan frekuensi mencapai 1,68 juta kali. Adapun nilai transaksi tercatat sebesar Rp8,7 triliun.

Analis Phintraco Sekuritas menilai, volatilitas IHSG terjadi seiring perhatian pelaku pasar terhadap keputusan suku bunga acuan BI Rate. Bank sentral dijadwalkan mengumumkan BI Rate pukul 14.00 WIB.

Secara teknikal, IHSG menunjukkan tren pelemahan, tercermin dari histogram MACD yang menyempit dan indikator stochastic yang berada di area jenuh beli (overbought).

"Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.500-7.600 pada perdagangan hari ini," katanya.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok setelah pasar merespons negatif setelah Bursa melakukan penyesuaian kriteria saham yang masuk daftar IDX80, LQ45, dan IDX30.

Dalam revisi terbaru menyangkut High Shareholding Concentration (HSC) itu, saham BREN dan DSSA berpeluang terdepak dari IDX80 dan LQ45 sehingga bakal memicu outflow dana pasif institusi, termasuk lokal. Saham BREN melemah 7,5 persen ke Rp5.525, sedangkan DSSA anjlok 10,8 persen ke level Rp2.480.

Meskipun IHSG melemah, secara sektoral, 8 sektor menghijau dan 3 sektor merah. Sektor energi menjadi pemberat utama indeks dengan penurunan 0,6 persen imbas pelemahan saham DSSA.

Selain itu, pergerakan pasar modal yang volatil juga diwarnai oleh penguatan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Saham BDMN menyentuh batas auto reject atas (ARA) setelah melesat 25 persen ke Rp3.850.

Pergerakan tak biasa ini dipicu oleh rumor MUFG Bank Ltd selaku pengendali yang akan membawa Danamon menjadi perusahaan tertutup. MUFG tengah gencar melakukan merger & acquistion (M&A) di berbagai negara. Saat ini, free float BDMN hanya tersisa 7,54 persen.

Selain BDMN, sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menguat 16,2 persen ke Rp122, PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) naik 10,2 persen ke Rp1.080, dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menghijau 9,9 persen ke Rp210.

Sementara saham-saham yang masuk deretan top losers selain BREN dan DSSA yakni PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) turun 5,1 persen ke Rp1.015, PT MD Entertainment Tbk (FILM) anjlok 3,7 persen ke Rp2.620, dan PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) melemah 3,6 persen ke Rp530.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE