MARKET NEWS

IHSG Tertekan Sentimen Royalti Tambang, Pantau Saham BDMN hingga MAPI

Rahmat Fiansyah 11/05/2026 07:08 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah tertekan sentimen negatif, baik domestik maupun global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah tertekan sentimen negatif, baik domestik maupun global. (Foto:

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah tertekan sentimen negatif, baik domestik maupun global. Dari dalam negeri, rencana kenaikan tarif royalti tambang yang akan berlaku mulai Juni 2026 langsung mendapatkan respons negatif dari pasar.

IHSG sepanjang pekan lalu naik 0,18 persen, tertahan pada akhir pekan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan kenaikan tarif royalti untuk komoditas logam. Kabar ini memicu aksi jual pada saham-saham tambang dan energi, sehingga memangkas kenaikan (gain) yang terbentuk sepanjang pekan.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah mengatakan, perubahan tarif royal untuk tembaga, timah, nikel, emas, dan perak, bukan sekadar wacana mengingat kebijakan tersebut akan berlaku pada Juni 2026.

"Yang perlu menjadi perhatian lebih lanjut, tekanan terhadap sektor minerba tidak berhenti pada kenaikan royalti semata. Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax yang tengah dikaji Kementerian Keuangan, turut menambah ketidakpastian," katanya, Senin (11/5/2026).

Dari sisi global, agenda rebalancing MSCI pada 12 Mei berpotensi memicu rotasi portofolio yang dapat memicu volalititas jangka pendek pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Dengan investor asing yang masih mencatatkan net sell dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah, penguatan IHSG akan sangat bergantung pada kekuatan aliran dana domestik.

"Dalam kondisi ini investor disarankan untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat, namun tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih relatif tinggi serta potensi perubahan sentimen yang cepat," katanya.

Dia pun menyarankan sejumlah saham untuk trading pada pekan ini. Berikut daftarnya:

1. Buy PNLF (Entry: Rp272, Target Price (TP): Rp290 dan Stop Loss (SL): Rp268). PNLF masih berpotensi bergerak uptrend dengan potensi minggu ini PNLF bisa bergerak dalam range area 268-290.

2. Buy BDMN (Entry: Rp4510, Target Price (TP): Rp5.250, Stop Loss (SL): Rp4.030). Secara teknikal BDMN masih bergerak uptrend yang disebabkan oleh rumor akuisisi Bank Danamon dengan MUFG selaku pemegang saham pengendali.

3. Buy MAPI (Entry: Rp1455, Target Price (TP): Rp1605, Stop Loss (SL): Rp1385). MAPI membentuk candle marubozu bullish ditambah juga dengan akumulasi asing selama 1 minggu terakhir mencapai Rp11,8 triliun.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE