MARKET NEWS

Inflasi PCE AS di Bawah Ekspektasi, Peluang The Fed Naikkan Bunga Mereda

Desi Angriani 30/09/2026 21:18 WIB

Indeks PCE inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi meningkat 0,2 persen secara bulanan pada Agustus 2026.

Inflasi PCE AS di Bawah Ekspektasi, Peluang The Fed Naikkan Bunga Mereda (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Inflasi Amerika Serikat (AS) berdasarkan indeks harga personal consumption expenditures (PCE) inti naik lebih lambat dari perkiraan pada Agustus 2026. 

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi tekanan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober.

Berdasarkan data Bureau of Economic Analysis (BEA) yang dilansir Investing, indeks PCE inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi meningkat 0,2 persen secara bulanan pada Agustus 2026. 

Angka tersebut naik dari 0,1 persen pada Juli, tetapi masih di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,3 persen. Secara tahunan, PCE inti tercatat tumbuh 3 persen, sama seperti pada Juli dan lebih rendah dari perkiraan pasar. 

Sementara itu, PCE secara keseluruhan meningkat 0,3 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, juga di bawah ekspektasi.

PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter. Bank sentral AS menargetkan inflasi sebesar 2 persen secara tahunan.

Data inflasi terbaru tersebut muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga pada September untuk merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi. Setelah keputusan tersebut, perhatian pasar beralih pada kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada akhir tahun.

Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams sebelumnya mengatakan, The Fed kemungkinan masih perlu menaikkan suku bunga satu kali lagi tahun ini. 

Namun, dia menilai belum ada urgensi untuk segera menaikkan suku bunga pada Oktober dan bank sentral masih memiliki waktu untuk mencermati data ekonomi. Pernyataan tersebut turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober.

Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 27-28 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan pada 8-9 Desember 2026.

Ekonomi AS Tumbuh Lebih Cepat

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan perekonomian AS tumbuh lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.

BEA merevisi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal II-2026 menjadi 2,2 persen secara tahunan, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 1,5 persen.

Konsumsi masyarakat yang menjadi salah satu motor utama perekonomian juga meningkat. Belanja konsumen naik 0,9 persen pada Agustus, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1 persen pada Juli setelah revisi.

Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi AS masih relatif kuat meskipun tekanan inflasi dan suku bunga tetap tinggi.

(DESI ANGRIANI)

SHARE