Investor Menanti Kabar MSCI dan FTSE Pekan Ini, Bagaimana Nasib IHSG?
Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik, dengan perhatian utama investor tertuju pada evaluasi MSCI serta FTSE.
IDXChannel - Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik, dengan perhatian utama investor tertuju pada evaluasi MSCI serta rebalancing indeks FTSE pada 19 Juni 2026.
Phintraco Sekuritas menilai membaiknya sentimen global dan turunnya harga minyak dunia dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia.
Phintraco Sekuritas dalam riset mingguan edisi 15 Juni 2026 menyebutkan, sentimen positif dari pasar global mulai meningkat setelah munculnya kabar terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Perkembangan tersebut turut mendorong penurunan harga minyak dunia ke bawah level USD90 per barel pada akhir pekan lalu hingga Senin (15/6/2026) pagi.
Penurunan harga minyak dinilai menjadi katalis positif bagi pasar domestik karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, investor juga merespons positif potensi efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50 persen.
Menurut Phintraco, perhatian investor domestik pekan ini akan tertuju pada hasil Global Market Accessibility Review MSCI dan rebalancing indeks FTSE yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni.
Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan saham-saham yang masuk dalam konstituen indeks global, terutama terkait aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
MSCI juga akan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 24 Juni, yang menjadi perhatian utama pelaku pasar karena akan menentukan apakah pembekuan indeks terhadap Indonesia akan dicabut serta apakah status Indonesia sebagai Emerging Market akan dipertahankan atau diturunkan menjadi Frontier Market.
Selain katalis dari indeks global, pelaku pasar juga akan mencermati keputusan sejumlah bank sentral utama dunia. Bank of Japan (BoJ) dan Reserve Bank of Australia (RBA) dijadwalkan menetapkan kebijakan suku bunga pada 16 Juni, disusul Federal Reserve (The Fed) pada 17 Juni dan Bank of England (BoE) pada 18 Juni.
Dari dalam negeri, investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 18 Juni. Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level rata-rata pergerakan 20 hari (MA-20) setelah mengalami tekanan sebelumnya.
IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.200 sepanjang pekan ini. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.