Jasa Marga Targetkan Pendapatan Jalan Tol Tumbuh hingga 6 Persen di 2026
Target tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memastikan ekspansi tetap berjalan secara berkelanjutan.
IDXChannel - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membidik pertumbuhan pendapatan jalan tol sebesar 4-6 persen pada tahun ini. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Pramitha Wulanjani, mengatakan target tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memastikan ekspansi tetap berjalan secara berkelanjutan.
Pramitha menambahkan, selain pendapatan jalan tol, Jasa Marga menargetkan pertumbuhan EBITDA sebesar 4-6 persen pada 2026. Perseroan juga memproyeksikan EBITDA margin berada di kisaran 65-67 persen.
"Manajemen terus berkomitmen untuk menjaga kondisi keuangan perseroan tetap stabil melalui penetapan target financial pada tahun 2026," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Di sisi struktur permodalan, Jasa Marga menargetkan gearing ratio berada di bawah 1,5 kali pada 2026. Sementara itu, interest coverage ratio (ICR) ditargetkan tetap di atas 2,5 kali. Target tersebut menunjukkan fokus perseroan untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, pengelolaan kewajiban, serta kemampuan menghasilkan arus kas.
Adapun hingga semester I-2026, pendapatan usaha Jasa Marga di luar pendapatan konstruksi tercatat tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp10,31 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,58 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh peningkatan volume lalu lintas, pengoperasian Jalan Tol Jogja-Solo seksi Klaten-Prambanan sejak Agustus 2025, serta dampak penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol Jasa Marga.
Dari sisi EBITDA, perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 8,1 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp6,99 triliun dari Rp6,47 triliun pada Semester I-2025. EBITDA margin juga meningkat dari 67,0 persen menjadi 67,8 persen.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 2,0 persen secara tahunan menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,87 triliun pada Semester I-2025.
Pertumbuhan kinerja tersebut turut ditopang oleh lalu lintas kendaraan yang masih terjaga. Pada Semester I-2026, volume lalu lintas mencapai 647,48 juta kendaraan, naik 1,70 persen dibandingkan 636,63 juta kendaraan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi rasio keuangan, gearing ratio Jasa Marga tercatat sebesar 1,2 kali pada Semester I-2026, masih di bawah batas target perseroan sebesar 1,5 kali. Sementara interest coverage ratio meningkat menjadi 3,9 kali dari 3,69 kali pada 2025 dan berada di atas target minimal 2,5 kali.
(NIA DEVIYANA)