Jelang RUPSLB Minta Restu Go Private, Dua Anggota Dewan Komisaris EDGE Resign
PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet mengumumkan pengunduran diri dua anggota dewan komisaris perseroan.
IDXChannel - PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet mengumumkan pengunduran diri dua anggota dewan komisaris perseroan.
Corporate Secretary EDGE Donauly Elena Situmorang mengatakan, dua anggota dewan komisaris yang dimaksud yakni Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Rinaldi Firmansyah, dan Komisaris Stephen Duffus.
"Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Rinaldi Firmansyah selaku Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen dan Stephen Duffus Weiss selaku Komisaris, keduanya pada tanggal 22 Maret 2026, dan Jonathan Jiang Chou selaku Komisaris pada tanggal 23 Maret 2026," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (26/3/2026).
Sebagai informasi, Indonet berencana menarik diri dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan tertutup atau go private.
Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) independen pada 22 April 2026.
Manajemen menjelaskan, agenda RUPSLB tersebut mencakup persetujuan atas rencana go private yang meliputi pembatalan pencatatan saham perseroan dari Bursa Efek Indonesia, perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup, serta pemberian wewenang kepada direksi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam pelaksanaan rencana tersebut.
"Jika rencana go private disetujui, pemegang saham publik akan memperoleh kesempatan untuk menjual sahamnya melalui mekanisme penawaran tender sukarela yang akan dilakukan oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DE)," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin (16/3/2026).
Dalam skema tersebut, harga penawaran kepada pemegang saham publik akan ditetapkan lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata tertinggi perdagangan harian saham EDGE di BEI selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPSLB.
Manajemen menyatakan, langkah delisting ini dilakukan seiring perubahan strategi bisnis dalam grup Digital Edge, di mana perseroan kini menjadi bagian dari ekosistem perusahaan tersebut. Di mana kegiatan usaha Indonet akan lebih banyak ditopang oleh grup perusahaan.
Dengan demikian, perseroan menilai tidak lagi memerlukan pendanaan dari pasar modal maupun rencana penggalangan dana melalui bursa dalam waktu dekat.
Selain itu, status sebagai perusahaan tertutup akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi manajemen dalam menjalankan strategi bisnis.
Perseroan juga ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham di pasar publik.
Sebagai informasi, Indonet melantai di Bursa pada 8 Februari 2021. Harga saham EDGE saat ini berada di level Rp4.790, di bawah harga IPO yang sebesar Rp7.375. Jumlah pemegang saham publik tercatat sebanyak 1.695 orang dengan free float 7,9 persen.
(Dhera Arizona)