MARKET NEWS

JELI Targetkan Kinerja Lebih Tinggi pada 2026, Siapkan Kebijakan Dividen hingga 30 Persen

Shifa Nurhaliza Putri 14/07/2026 08:35 WIB

Pada sesi pembukaan, saham emiten produsen makanan dan minuman penutup dengan merek INACO tersebut turun 14,72 persen ke level Rp1.275 per saham.

JELI Targetkan Kinerja Lebih Tinggi pada 2026, Siapkan Kebijakan Dividen hingga 30 Persen (Foto: Ilustrasi)

IDXChannelSaham PT Niramas Utama Tbk (JELI) mengalami koreksi pada perdagangan Senin (13/7/2026). Pada sesi pembukaan, saham emiten produsen makanan dan minuman penutup dengan merek INACO tersebut turun 14,72 persen ke level Rp1.275 per saham setelah sebelumnya mencatatkan penguatan hingga menyentuh Auto Reject Atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut sejak resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski terkoreksi, harga saham JELI masih berada di atas harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp900 per saham. Di sisi fundamental, Perseroan tetap menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang sebagaimana disampaikan dalam prospektus IPO. 

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi Lukman, mengatakan adapun salah satu strategi Perseroan adalah rencana pembagian dividen tunai mulai dari laba tahun buku 2026 dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib. Kebijakan tersebut akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan, kebutuhan ekspansi usaha, serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Berdasarkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp39,03 miliar, JELI membukukan laba per saham (earnings per share/EPS) sebesar Rp30,83. Dengan asumsi rasio pembayaran dividen sebesar 30 persen dari laba bersih, potensi dividen diperkirakan mencapai sekitar Rp9,25 per saham atau setara dividend yield sekitar 0,73 persen pada harga saham Rp1.275. Pada level tersebut, saham JELI diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 41,4 kali," ujar Adhi pada, Selasa (14/7/2026).

Sejalan dengan rencana ekspansi, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 26 persen pada 2026 melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan produk baru. Dengan asumsi pertumbuhan laba sejalan dengan target pendapatan, laba bersih diproyeksikan berpotensi meningkat menjadi sekitar Rp49,17 miliar dengan EPS sekitar Rp38,84 per saham.

Pada harga saham saat ini, valuasi Perseroan diperkirakan berada pada kisaran PER sekitar 32,8 kali. Sementara itu, apabila kebijakan pembagian dividen hingga 30 persen tetap diterapkan, potensi dividen diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp11,66 per saham atau setara dividend yield sekitar 0,91 persen.

Adhi Lukman melanjutkan, kepercayaan investor menjadi dorongan bagi Perseroan untuk terus meningkatkan kinerja operasional dan menciptakan nilai jangka panjang.

"Kami percaya bahwa ini menjadi amanah bagi Perseroan untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, memperkuat kinerja, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham. Komitmen kami untuk membagikan dividen hingga 30 persen dari laba bersih merupakan bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan peningkatan imbal hasil bagi investor," lanjut Adhi.

Sekadar informasi, dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly, memperkuat fasilitas logistik dan pergudangan, melunasi sebagian pinjaman bank, serta mendukung kebutuhan modal kerja.

Perseroan menilai langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional dan mendukung pengembangan bisnis di pasar domestik maupun ekspor.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE