MARKET NEWS

Kejar AUM Rp5 Triliun, Avrist Asset Management Perkuat Produk dan Distribusi

Shifa Nurhaliza Putri 03/09/2026 16:40 WIB

PT Avrist Asset Management (AVRAM) menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) di atas Rp5 triliun hingga akhir 2026.

Kejar AUM Rp5 Triliun, Avrist Asset Management Perkuat Produk dan Distribusi. (Foto: Doc idxc)

IDXChannel – PT Avrist Asset Management (AVRAM) menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) di atas Rp5 triliun hingga akhir 2026. Hingga Agustus 2026, AUM perseroan telah mencapai sekitar Rp3,7 triliun, sehingga masih terdapat waktu sekitar empat bulan untuk mengejar target tersebut.

Direktur Avrist Asset Management Agus Sugianto mengatakan target yang ditetapkan perseroan masih cukup dinamis dan menantang.

“Kami belum melakukan revisi terhadap target tersebut karena menilai pencapaiannya masih cukup realistis hingga akhir tahun. Kalau target dari sisi internal cukup agresif ya, di atas Rp5 triliun. Saat ini sekitar Rp3,7 triliun per Agustus,” ujar Agus kepada media, Kamis (3/9/2026).

Untuk mengejar target tersebut, AVRAM akan memperkuat strategi melalui pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan investor. Perseroan juga berupaya menjaga daya saing produk di tengah semakin beragamnya pilihan instrumen investasi di pasar. 

"Pada dasarnya sebenarnya kalau di industri aset yang utama tentu strategi produk, produk bagaimana menyesuaikan dengan kebutuhan investor,” kata Agus.

Selain penguatan produk, perseroan akan meningkatkan penetrasi penjualan dan pemasaran melalui direct sales maupun selling agent. AVRAM juga telah menambah sejumlah selling agent dan akan terus memperkuat jaringan distribusi untuk memperluas jangkauan kepada investor.

Dari sisi produk, AVRAM melihat pasar uang menjadi salah satu instrumen yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan sepanjang tahun ini. Pergeseran minat investor tersebut terjadi ketika sejumlah produk pendapatan tetap menghadapi tekanan. 

“Kalau dari produk yang tadi seperti saya sampaikan, yang cukup tumbuh di tahun ini, mengikuti market juga sebenarnya banyak ke pasar uang,” ujar Agus.

AVRAM juga tengah mengeksplorasi peluang pengembangan produk investasi alternatif, termasuk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas. Produk tersebut belum masuk dalam rencana bisnis 2026, tetapi perseroan sedang mengkaji dan mempelajarinya untuk kemungkinan pengembangan pada tahun depan. 

“Kita sedang mengeksplorasi dan masih mempelajari, menganalisa, karena tentu ada prioritas-prioritasnya juga,” tutur Agus.

Menurut Agus, ETF emas berpotensi menjadi produk menarik bagi investor karena memberikan kemudahan untuk mendapatkan eksposur terhadap emas tanpa harus memegang emas secara fisik. Selain itu, instrumen tersebut berbentuk efek yang diperdagangkan di pasar sehingga memberikan likuiditas kepada investor.

“Harusnya ini satu produk yang menarik buat investor, karena memudahkan kalau investor beli instrumen investasi emas tanpa harus memegang dalam bentuk efek. Dan itu sangat likuid juga di market,” katanya.

Strategi pengembangan produk tersebut kemudian menjadi bagian dari upaya Avrist Group memperkuat layanan keuangan melalui One Avrist Synergy. Inisiatif ini menyatukan empat entitas dalam grup dengan pendekatan “One Avrist, One Solution”, mencakup proteksi jiwa, asuransi umum, pengelolaan investasi, hingga perencanaan pensiun. 

Per Juni 2026, Avrist Assurance mencatat aset Rp5,94 triliun dan laba bersih Rp122,7 miliar, AVRAM mengelola AUM Rp3,56 triliun dari 57.473 investor ritel dan 135 investor institusional, sementara DPLK Avrist memiliki dana kelolaan Rp1,3 triliun, tumbuh 5,64 persen secara tahunan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE