MARKET NEWS

Kinerja ARCI Diprediksi Makin Kinclong di Kuartal III-2026, Intip Target Terbaru

TIM RISET IDX CHANNEL 03/09/2026 09:34 WIB

Kinerja PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) pada kuartal III-2026 diperkirakan lebih kuat, seiring peningkatan volume penjualan emas.

Kinerja ARCI Diprediksi Makin Kinclong di Kuartal III-2026, Intip Target Terbaru. (Foto: Archi)

IDXChannel – Kinerja PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) pada kuartal III-2026 diperkirakan lebih kuat, seiring peningkatan volume penjualan emas dan kenaikan produksi dari sejumlah area tambang.

Analis UOB Kay Hian Benyamin Mikael dalam risetnya menyebut, pendorong utama perbaikan kinerja ARCI adalah volume penjualan emas yang diperkirakan mencapai 33.000-36.000 ons pada kuartal III-2026.

Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan produksi di area tambang Araren dan Marawuwung di Indonesia.

ARCI juga memperkirakan produksi emas meningkat 15 persen pada 2026. Kenaikan produksi tersebut didukung oleh perbaikan kadar emas serta kontribusi dari kegiatan penambangan bawah tanah.

Meski prospek produksi membaik, UOB Kay Hian memangkas proyeksi laba bersih ARCI untuk 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 13,4 persen dan 24,9 persen. Revisi tersebut terutama mempertimbangkan tekanan biaya yang lebih tinggi.

Sejalan dengan itu, UOB Kay Hian menurunkan target harga saham ARCI menjadi Rp2.200 per saham dari sebelumnya Rp2.750 per saham. Namun, rekomendasi buy tetap dipertahankan.

Di pasar saham, Kamis (3/9/2026), pukul 09.29 WIB, ARCI diperdagangkan di level Rp1.310 per unit, naik 2,75 persen secara harian. Sepanjang 2026, saham tambang emas ini melemah 19,14 persen.

Sebelumnya, ARCI menghabiskan dana sebesar USD5,6 juta atau setara Rp100,8 miliar dengan asumsi kurs Rp18.000 per USD untuk kegiatan eksplorasi sepanjang semester I-2026.

Perseroan melakukan pengeboran di 157 titik dengan total kedalaman sekitar 44.989 meter di kawasan Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Tambang Emas Toka Tindung terdiri atas dua Kontrak Karya dengan total luas konsesi mencapai 39.817 hektare. Wilayah tersebut berada di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Kegiatan eksplorasi dijalankan melalui entitas anak perseroan, yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), dengan fokus pada pengembangan sumber daya emas di area tambang Toka Tindung.

Pekerjaan pengeboran dilakukan oleh PT Maxidrill Indonesia menggunakan metode Diamond Drilling (DD) dan Reverse Circulation (RC). (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE