Kinerja Harga 7 Saham Emas Sejak Awal Tahun, Emiten Ini Juaranya
Komoditas emas kembali mencatatkan harga tertingginya di level USD5.000 per ons, dipicu ketidakpastian geopolitik dunia.
IDXChannel—Simak perbandingan harga saham-saham emas sejak awal tahun (year to date). Komoditas emas kembali mencatatkan harga tertingginya di level USD5.000 per ons, dipicu ketidakpastian geopolitik dunia.
Kenaikan harga emas mendorong penguatan harga sejumlah saham yang berkaitan dengan komoditas emas pada perdagangan Senin 26 Januari 2026. Pada sesi pertama, kenaikan tertinggi dipimpin oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
EMAS ditutup menguat 17,41 persen di harga Rp7.250 per saham. Disusul oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan kenaikan harga sebesar 12,82 persen di level Rp4.840 per saham.
Pada urutan ketiga ada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kenaikan harga 7,64 persen di level Rp7.750 per saham. Lalu disusul PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 6,44 persen di harga Rp2.480 per saham.
Berikutnya ada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menguat 5,20 persen di harga Rp1.315 per saham. Kemudian ada PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan kenaikan sebesar 4,91 persen di level Rp2.030 per saham.
Terakhir, PT J Resources Asia Pasifik Tbk dengan penguatan sebesar 4,03 persen di harga Rp645 per saham.
Sejak awal 2026, harga emas telah naik 17,01 persen. Awal tahun ini emas masih diperdagangkan di USD4.332 per ons, dan saat ini (26/1/2026) harganya menyentuh USD5.068 per ons (12.47 WIB).
Lalu bagaimana perkembangan harga saham emas sejak awal tahun? Berikut ini adalah kinerja harga saham emas secara year to date:
ANTM +50,78 persen
EMAS +28,89 persen
ARCI +23,40 persen
PSAB +16,22 persen
HRTA +15,35 persen
AMMN +13,97 persen
BRMS +11,44 persen
Dalam kinerja year to date, ANTM memimpin dengan kenaikan harga hingga 50,78 persen. Pada awal 2026, saham pertambangan logam pelat merah ini masih diperdagangkan di harga Rp3.210 per saham.
Itulah kinerja 7 saham emas sejak awal tahun ini.
(Nadya Kurnia)