MARKET NEWS

Kolaborasi SIG-Bina Karya Dukung Pembangunan Kota Berkelanjutan Pertama di Indonesia

taufan sukma 01/06/2024 21:16 WIB

Green cement dari SIG sejauh ini telah menghasilkan penurunan emisi karbon sampai dengan 38 persen per ton semen lebih rendah dibandingkan OPC.

Kolaborasi SIG-Bina Karya Dukung Pembangunan Kota Berkelanjutan Pertama di Indonesia (foto: MNC media)

IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, secara resmi bekerja sama dengan PT Bina Karya terkait penyediaan solusi bahan bangunan, termasuk produk berbahan dasar semen, Green Cement, produk turunan semen dan bahan bangunan.

Kolaborasi tersebut tak lepas dari posisi SIG sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan juga status Bina karya sebagai Badan Usaha Otorita (BUO) yang memiliki peranan penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peresmian kolaborasi dilakukan melalui penandatanganan nota kerja sama oleh Direktur Utama SIG, Donny Arsal dan Direktur Utama Bina Karya, Boyke Prasetyanto, di Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Green Cement sendiri dalam proses produksinya menghasilkan emisi gas rumah kaca (emisi karbon) yang lebih rendah dibandingkan semen konvensional (OPC), namun tetap memberikan kinerja setara di kelas peruntukannya.

Beberapa produk green cement SIG adalah semen hidraulis untuk proyek-proyek infrastruktur dan aplikasi turunan semen seperti paving porous untuk solusi air tergenang, SpeedCrete untuk solusi beton cepat kering, semen PCC untuk infrastruktur umum dan soil stabilizer, slag cement untuk marine structure, highrise building dan bendungan, serta semen masonry untuk aplikasi non-struktural. 

Green cement dari SIG sejauh ini telah menghasilkan penurunan emisi karbon sampai dengan 38 persen per ton semen lebih rendah dibandingkan OPC.

Kesiapan SIG dalam menyediakan green cement diharapkan bisa menjawab kebutuhan solusi bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Tak hanya untuk pasokan green cement, kerja sama antara SIG dan Bina Karya ini juga mencakup pemanfaatan aset dan sumber daya pendukung kegiatan bisnis di IKN dan daerah mitra yang dikelola oleh kedua belah pihak, serta potensi kerja sama lainnya.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan bahwa penandatanganan kerja sama ini mewakili dua proyek besar yaitu IKN yang menjadi simbol komitmen Negara menuju Net Zero Emission, dan komitmen Kementerian BUMN yang mendorong seluruh BUMN di sektornya masing-masing untuk melakukan carbon mapping dan carbon reduction yang terukur.

"Dalam konteks penurunan karbon nasional, kita ingin ada upaya dalam proses produksi semen yang sedemikian rupa bisa menghasilkan kekuatan dari sisi kualitas dan mampu menurunkan jejak karbon. Ini menjadi salah satu katalis yang bisa menjadikan SIG sebagai penyedia bahan bangunan dalam kategori green karena menjalankan prinsip-prinsip ESG secara baik," ujar Kartika, dalam keterangan resminya.

Sementara, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah, mengatakan bahwa pembangunan IKN merupakan kerja besar pemerintah untuk memastikan bahwa bangsa Indonesia memiliki cita-cita yang harus diselesaikan.

Sebagai pembina jasa konstruksi, Kementerian PUPR berkewajiban untuk mendorong implementasi prinsip-prinsip konstruksi keberlanjutan, melalui rantai pasok hijau yang utamanya menggunakan produk-produk lokal, produk-produk unggulan, dan produk-produk ramah lingkungan.

"Untuk optimalisasi penggunaan semen ramah lingkungan (Non-OPC), kami tidak mungkin bekerja sendirian, perlu kolaborasi dengan banyak pihak termasuk produsen bahan bangunan seperti SIG, kontraktor, maupun pengguna jasa dalam hal ini satuan kerja, atau sektor swasta yang melakukan investasi khususnya di IKN," ujar Zainal.

Zainal berharap, bersama SIG dan Bina Karya, pihaknya dapat memastikan kaidah-kaidah pembangunan hijau bisa terus dijalankan, demi mewujudkan sinergi positif, dan menghasilkan karya dan manfaat yang besar, spektakuler, dan memberikan dampak kebaikan untuk semua masyarakat.

Lebih lanjut, Zainal menambahkan bahwa pada 2024 Kementerian PUPR akan menjalankan realisasi lebih dari 157 triliun anggaran APBN.

"Sebagaimana arahan pemerintah, gelombang pertama pembangunan IKN sudah dimulai sejak 2022, dengan magnitude pembangunan dalam periode 2022-2024 mencapai hampir Rp80 triliun," tutur Zainal.

Hal ini, dikatakan Zainal, tentu menjadi peluang bagi semua pihak untuk mengoptimalkan sumber-sumber daya untuk mewujudkan pembangunan IKN sesuai cita-cita bersama dan agenda pembangunan lain secara keseluruhan.

Sejak Desember 2022, SIG dipercaya memasok bahan bangunan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur IKN. Kerja sama dengan Bina Karya ditargetkan menjadi peluang pertumbuhan bisnis bagi SIG terutama di tengah kondisi industri yang mengalami oversupply, serta memperluas dampak dari nilai tambah diversifikasi produk dan solusi SIG untuk konstruksi yang berdaya tahan dan berorientasi pada lingkungan. (TSA)

SHARE