MARKET NEWS

Kontrak ELPI Tembus Rp837,22 Miliar, Ekspansi Internasional Diperkuat dengan Tiga Kapal Baru

Dhera Arizona Pratiwi 28/09/2026 18:30 WIB

Di tengah penguatan armada tersebut, kata dia, ELPI juga mencatatkan perkembangan positif dari sisi perolehan kontrak.

Kontrak ELPI Tembus Rp837,22 Miliar, Ekspansi Internasional Diperkuat dengan Tiga Kapal Baru. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) terus memperkuat ekspansi armada melalui pembangunan kapal baru untuk menjawab meningkatnya kebutuhan industri offshore, baik di pasar domestik maupun internasional.

Strategi tersebut didukung oleh sinergi dengan PT Orela Shipyard (Orela) sebagai perusahaan afiliasi yang memiliki kapabilitas dalam pembangunan kapal. 

Seiring meningkatnya kebutuhan armada, aktivitas pembangunan kapal di Orela saat ini telah mencapai kapasitas penuh (full capacity) untuk mendukung kebutuhan perseroan.

“Di tengah dinamika industri maritim yang terus berkembang, ELPI terus memperkuat kesiapan armada dan kapasitas operasional untuk menjawab kebutuhan pelanggan. Pembangunan kapal secara berkelanjutan menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memastikan kesiapan armada dalam melayani pasar domestik maupun internasional,” ujar Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).

Wawan menerangkan, pengembangan armada menjadi salah satu langkah strategis perseroan dalam memperkuat bisnis offshore. Sinergi dengan Orela turut mendukung peningkatan kapasitas pembangunan kapal serta kesiapan armada dalam menangkap peluang kontrak baru.

Di tengah penguatan armada tersebut, kata dia, ELPI juga mencatatkan perkembangan positif dari sisi perolehan kontrak. Sejak pertengahan Juli hingga akhir September 2026, perseroan berhasil mengamankan tambahan kontrak senilai Rp20,94 miliar.

"Capaian ini mencerminkan berlanjutnya permintaan terhadap armada offshore ELPI sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis perseroan di segmen tersebut," katanya.

Menurutnya, perolehan kontrak tambahan tersebut mencerminkan berlanjutnya permintaan terhadap armada offshore ELPI. Dengan tambahan tersebut, total nilai kontrak yang berhasil dibukukan perseroan mencapai Rp837,22 miliar, setelah sebelumnya mencatatkan kontrak senilai Rp816,28 miliar sepanjang semester I hingga awal semester II-2026.

"Capaian ini turut memperkuat momentum pertumbuhan bisnis perseroan sekaligus mendukung kesiapan armada dalam memenuhi kebutuhan pelanggan,” kata Wawan.

Sementara itu, Chief Operating Officer Domestik ELPI Sentono Fristian Yhulis Tianto menyampaikan, pengembangan armada jenis Fast Crew Boat Jawara Series terus menunjukkan perkembangan positif melalui sejumlah kontrak yang diperoleh perseroan.

Jawara 3402 dan Jawara 3403 telah memperoleh kontrak baru untuk mendukung kebutuhan operasional domestik di wilayah Bintuni dengan nilai kontrak estimasi sebesar USD2,25 juta.

"Selain itu, saat ini kami sedang membangun satu unit crewboat, yaitu Jawara 3404, yang dipersiapkan untuk peluang kontrak di kawasan Middle East sebagai salah satu target strategis pengembangan bisnis offshore ELPI di Asia Pasifik. Saat ini, dua kapal milik ELPI, yaitu Kazo Agility 2 dan Kazo Agility 3, juga telah beroperasi di Saudi Aramco,” ujar Sentono.

Sentono mengungkapkan, salah satu kapal Jawara 24 meter milik perseroan telah mengamankan kontrak dengan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) senilai USD4,86 juta.

“Keberhasilan memperoleh kontrak di wilayah Cepu ini mencerminkan pengakuan pasar terhadap kualitas dan performa armada Jawara 24 meter yang dikembangkan ELPI. Capaian ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus memperkuat eksistensi di pasar internasional, khususnya pada segmen offshore,” ujar Sentono.

Lebih lanjut, kata dia, dua unit Jawara 24 meter lainnya masih memiliki peluang pasar, termasuk kawasan Middle East, dengan potensi kontrak pada periode kuartal I hingga kuartal II-2027.

“Permintaan terhadap kapal offshore dengan ukuran dan spesifikasi seperti Jawara 24 meter masih menunjukkan peluang yang positif. Dengan dukungan armada yang kompetitif serta pengalaman operasional ELPI, kami akan terus mengembangkan peluang pasar baru ke depan,” ujar Sentono.

Wawan menuturkan, alokasi penggunaan dana hasil HMETD untuk mendukung pengembangan armada perseroan, khususnya melalui pembangunan kapal untuk mendukung Proyek Genting Floating Liquified Natural Gas (FLNG) pada PT Layar Nusantara Gas, bagian dari Genting Group Malaysia, yang beroperasi di Teluk Bintuni, Papua Barat, dengan nilai kontrak mencapai Rp2,39 triliun.

"Proyek pembangunan kapal Multi Purpose Tug tersebut merupakan bagian dari kontrak pembangunan sebanyak 6 unit kapal yang ditargetkan untuk dilakukan delivery pada Juni 2027,” ujar Wawan.

Saat ini, proses pembangunan kapal terus berjalan dengan progres di mana satu unit kapal jenis Offshore Supply Barge telah berhasil diselesaikan dan resmi diluncurkan pada awal Agustus 2026 dengan nama Martha Christina, yang diambil sebagai simbol penghormatan terhadap pahlawan Maluku.

Sementara itu, lima kapal lainnya yang terdiri dari 3 unit Multi Purpose Tug, 1 unit Crewboat, dan 1 unit Pilot Boat masih dalam tahap pembangunan dengan rata-rata progres mencapai sekitar 85 persen.

"Terkait kinerja perseroan pada semester I-2026 yang mengalami penyesuaian dari sisi pendapatan dan laba bersih, kami tetap optimistis bahwa kinerja ELPI akan terus membaik pada kuartal III tahun 2026 secara year-on-year. Optimisme ini didukung oleh strategi penguatan armada, peningkatan aktivitas operasional, serta peluang bisnis yang terus berkembang,” kata Wawan.

Sebelumnya, ELPI juga telah mencatatkan perolehan kontrak senilai Rp816,28 miliar pada semester I hingga awal semester II (setelah laporan keuangan kuartal II rilis). Bahkan, pada akhir kuartal III-2026, ELPI telah mengamankan sekaligus mengidentifikasi potensi kontrak dengan nilai mencapai sekitar USD10,75 juta yang terdiri dari pengoperasian armada Jawara Series di berbagai pasar domestik untuk akhir kuartal II estimasi senilai USD7,11 juta dan potensial kontrak di awal akhir kuartal IV-2026 estimasi senilai USD3,5 juta.

"Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas armada yang dibangun oleh Orela Shipyard dalam mendukung kebutuhan industri offshore,” kata Wawan.

(Dhera Arizona)

SHARE