Laba Bukit Asam (PTBA) Anjlok 42,6 Persen Jadi Rp2,93 Triliun di 2025
Emiten tambang batu bara yang berada di bawah kendali MIND ID tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun.
IDXChannel - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja laba bersih. Emiten tambang batu bara yang berada di bawah kendali MIND ID tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun atau turun 42,6 persen dibandingkan capaian Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp5,1 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang tertera dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (31/3/2026), PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun atau sedikit menurun 0,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar Rp42,76 triliun.
Di tengah penurunan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan justru meningkat 5,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp36,39 triliun. Kondisi ini menyebabkan laba bruto perseroan menyusut 23,7 persen menjadi Rp6,26 triliun dari sebelumnya Rp8,20 triliun.
Sejalan dengan itu, laba usaha PTBA sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sebesar Rp3,21 triliun atau turun 43,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp3,77 triliun, merosot 39,7 persen dibandingkan periode Januari–Desember 2024 yang sebesar Rp6,26 triliun.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp813,97 miliar pada 2025, laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp2,96 triliun atau turun 42,4 persen secara tahunan. Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,93 triliun atau turun 42,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas PT Bukit Asam per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp22,62 triliun atau relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp22,64 triliun.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 11,3 persen secara tahunan menjadi Rp21,3 triliun, yang sebagian besar didominasi oleh kewajiban jangka pendek sebesar Rp12,73 triliun.
Adapun total aset perseroan hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp43,92 triliun atau naik 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kas dan setara kas juga meningkat 9,4 persen menjadi Rp4,52 triliun dari posisi Rp4,13 triliun pada akhir 2024.
(Shifa Nurhaliza Putri)