MARKET NEWS

Laba MINE Susut 34 Persen pada 2025, Ini Penyebabnya

Rohman Wibowo 22/04/2026 16:01 WIB

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatat penyusutan laba bersih hingga 34 persen menjadi Rp202 miliar pada 2025.

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatat penyusutan laba bersih hingga 34 persen menjadi Rp202 miliar pada 2025. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatat penyusutan laba bersih hingga 34 persen menjadi Rp202 miliar pada 2025. Padahal, pendapatan perseroan tumbuh 11,5 persen menjadi Rp2,36 triliun.

Chief Financial Officer (CFO) MINE, Holmes Siringoringo mengatakan, kinerja keuangan perseroan baik-baik saja karena pendapatan masih tumbuh dua digit. Pelemahan kinerja bottom line lebih disebabkan oleh kenaikan beban produksi dan operasional akibat ekspansi.

"Hal ini dikarenakan karena memang di tahun 2025, kami dalam fase ekspansi, ada dua proyek yang baru dilakukan. Dan ini memang karena ada investasi, pengembangan proyek, infrastruktur dan lain-lain," ujar Holmes dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurut Holmes, kondisi ini juga terlepas dari kendala momentum antara pengoperasian proyek dan realisasi belanja modal sehingga berdampak pada laba bersih. Namun, dia optimistis kinerja MINE akan membaik pada 2026.

"Karena dia baru berjalan di kuartal II dan juga kuartal III di 2025, secara kontribusi kepada pendapatan memang masih belum optimal, sementara biaya investasinya dia sudah terealisasi di tahun 2025. Jadi, ini hanya merupakan perbedaan waktu, timing gap antara kontribusi pendapatannya tadi dengan biaya. Harapan kami semakin berjalan waktu ini akan menjadi lebih seimbang (kinerja keuangan) dan proyek 2025 mulai akan berkontribusi penuh di tahun-tahun ini," imbuhnya.

Kehadiran proyek baru ini langsung mendongkrak pendapatan MINE sekitar 11 persen menjadi Rp2,36 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh dua lini pendapatan baru, yakni proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari dan proyek penambangan yang dikelola oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

Holmes juga memaparkan,  total aset per Desember 2025 yang meningkat menjadi Rp2,08 triliun dibandingkan tahun sebelum sebesar Rp1,61 triliun. Peningkatan aset ini didorong dari investasi alat berat dan juga fix aset guna mendukung keberlanjutan operasional.

Dari sisi liabilitas, Holmes menekankan slal struktur permodalan perusahaan yang terkelola dengan posisi kas di 2025 sebesar Rp169 miliar dan peningkatan ekuitas menjadi Rp134,9 miliar.

"Kalau kami melihat semua rasio-rasio ini masih di dalam rasio yang sehat dari tahun ke tahun, ini menunjukkan bahwa performance perusahaan dari sisi keuangan juga masih menunjukkan performance yang sehat," ujar Holmes.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE