IDXChannel - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp200,83 miliar pada 2025. Hal itu sejalan dengan meningkatnya aktivitas pada proyek pertambangan nikel.
Emiten konstruksi dan jasa penunjang itu juga mencatat pendapatan mencapai Rp2,36 triliun sepanjang 2025, naik 11,8 persen dibandingkan pada 2024 yang mencapai Rp2,11 triliun.
Direktur Utama Sinar Terang Mandiri, Ivo Wangarry mengungkap, pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan ekspansi kegiatan operasional perseroan di sejumlah proyek pertambangan nikel.
Kontribusi utama pendapatan perseroan berasal dari segmen jasa penambangan sebesar Rp2,18 triliun. Sementara itu, segmen jasa konstruksi turut memberikan kontribusi Rp180,10 miliar, meningkat signifikan yakni lebih dari 12 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja MINE didukung oleh kerja sama dengan sejumlah mitra strategis di industri pertambangan. Sepanjang 2025, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari PT Weda Bay Nickel, diikuti PT Hengjaya Mineralindo, serta PT Sulawesi Cahaya Mineral.