Seiring dengan itu, perseroan mencatatkan penguatan struktur aset, dengan total aset meningkat 28,6 persen menjadi Rp2,07 triliun pada 2025, dibandingkan Rp1,61 triliun pada 2024.
“Kami bersyukur perseroan terus menjaga pertumbuhan pendapatan dan memperkuat struktur aset di tengah berbagai tantangan operasional. Hal ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi operasional dan penguatan kapasitas produksi yang kami jalankan mulai memberikan hasil positif,” ujar Ivo dalam keterangan resminya, Kamis (12/03/2026).
Ivo menjelaskan bahwa peningkatan total aset terutama ditopang oleh kenaikan aset tidak lancar yang tumbuh 48,5 persen menjadi Rp988,77 miliar. Kenaikan itu disebutnya mencerminkan investasi perseroan dalam mendukung kegiatan operasional, termasuk penguatan armada alat berat dan infrastruktur penunjang kegiatan penambangan.
Hal itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas layanan kepada para mitra kerja.
Lebih lanjut Ivo menjelaskan, diversifikasi proyek dan penguatan kemitraan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja Perseroan. Ke depan, perseroan terus memperluas peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis.