MARKET NEWS

Laba SIG (SMGR) Melonjak 470 Persen, Ini Faktor Penopangnya

Taufan Sukma Abdi Putra 03/09/2026 19:38 WIB

SIG juga melakukan penguatan brand presence dan product knowledge di tingkat toko, guna mengedukasi sekaligus memperkuat loyalitas konsumen di pasar.

Laba SIG (SMGR) Melonjak 470 Persen, Ini Faktor Penopangnya (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, membukukan realisasi laba periode tahun berjalan sebesar Rp228,25 miliar di sepanjang semester I-2026 lalu.

Capaian tersebut terhitung tumbuh hingga 470,95 persen, atau hampir enam kali lipat, dibanding realisasi laba periode berjalan pada periode sama di 2025 lalu.

Sedangkan dari sisi laba kotor, juga terjadi pertumbuhan sebesar 21,07 persen, dari semula Rp3,13 triliun menjadi Rp3,79 triliun, untuk perbandingan periode yang sama.

Lonjakan kinerja laba tersebut, terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, di mana dalam enam bulan pertama 2026, SIG berhasil meraup Rp17,64 triliun, atau tumbuh sekitar 13,07 persen secara tahunan (year on year/YoY), dibanding Rp15,6 triliun pendapatan pada paruh pertama 2025 lalu.

"Permintaan semen secara nasional yang mengalami peningkatan pada semester I-2026, berhasil kami maksimalkan, dengan mencatat volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton, atau naik 5,6 persen dari periode sebelumnya, yang sebanyak 17,31 juta ton," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).

Pertumbuhan realisasi penjualan tersebut, menurut Vita, ditopang oleh penjualan domestik yang naik 9,7 persen secara tahunan, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong, yang mengalami kenaikan signifikan, yaitu sebesar 11,2 persen.

Positifnya kinerja penjualan itu sendiri, dikatakan Vita, merupakan hasil konkret dari proses transformasi Perseroan dalam hal strategi penjualan di pasar mikro, yang dijalankan lewat penguatan retail sales, dengan mempertajam pola bisnis, hingga menjangkau toko-toko bangunan.

Tak hanya itu, SIG diketahui juga melakukan penguatan brand presence dan product knowledge di tingkat toko, guna mengedukasi sekaligus memperkuat loyalitas konsumen di pasar.

Melalui program Akademi Jago Bangunan, SIG juga menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan untuk meningkatkan engagement dengan para tenaga konstruksi.

Di lain pihak, dari sisi efisiensi, Vita mengeklaim bahwa pihaknya telah melakukannya secara ketat, dan dijalankan secara disiplin serta konsisten, yang di antaranya berhasil membuat beban pokok pendapatan terkendali di angka 11,1 persen (yoy), melalui peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya bahan bakar dan energi.

Di samping efisiensi, SIG juga melakukan pengelolaan arus kas dan permodalan yang maksimal untuk menjaga likuiditas Perusahaan tetap kuat dengan solvabilitas yang baik.

"Upaya tersebut membuat kami mampu menjaga ketahanan keuangan dengan mencatatkan arus kas dari operasi yang positif, sehingga mampu terus menurunkan saldo hutang. Hasilnya, beban keuangan bersih pada semester I-2026 berhasil ditekan sebesar 34,5 persen (yoy) lewat penurunan utang berbunga," ujar Vita.

(taufan sukma)

SHARE