IDXChannel - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkenalkan Bata Interlock Presisi (BIP), inovasi material konstruksi karya anak bangsa dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100 persen.
Di area gelaran Danantara Housing Expo, SIG menghadirkan model rumah tapak yang dibangun menggunakan BIP. Setiap bata memiliki sistem pin/lock di bagian samping dan atas sehingga antarbata dapat saling mengunci. Cara pemasangannya menyerupai menyusun balok Lego, yakni presisi, saling mengait, dan tidak membutuhkan proses pemasangan serumit metode konvensional.
Teknologi tersebut memungkinkan pembangunan rumah berlangsung hingga dua kali lebih cepat sekaligus tetap mengedepankan ketahanan struktur bangunan.
“Bata Interlock Presisi kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi yang cepat, efisien, sekaligus memiliki ketahanan struktur yang baik. Dengan sistem interlocking, proses pembangunan rumah menjadi lebih sederhana dan presisi karena bata tinggal disusun dan dikunci sesuai desain," kata Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).
Kecepatan pembangunan menjadi salah satu keunggulan BIP. SIG menghitung rumah tipe 36 yang menggunakan BIP dapat dibangun dalam waktu sekitar 21–30 hari atau sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Efisiensi waktu ini juga berpotensi menekan biaya tenaga kerja. Berdasarkan perhitungan SIG, biaya pembangunan rumah tipe 36 dengan BIP dapat ditekan hingga sekitar 30 persen lebih murah.