MARKET NEWS

Laporan Kinerja Emiten dan Data Ketenagakerjaan Uji Wall Street Pekan Ini

Nia Deviyana 04/05/2026 06:00 WIB

Dua sentimen ini akan menjadi perhatian di tengah lonjakan harga minyak dan sikap bank sentral yang semakin hawkish.

Laporan Kinerja Emiten dan Data Ketenagakerjaan Uji Wall Street Pekan Ini. Foto: AP.

IDXChannel - Investor akan mencermati gelombang laporan kinerja perusahaan dan data ketenagakerjaan terbaru untuk mendorong reli saham AS yang diharapkan menguat pekan ini.

Dua sentimen ini akan menjadi perhatian di tengah lonjakan harga minyak dan sikap bank sentral yang semakin hawkish.

Melansir Reuters, indeks saham utama AS menutup pekan lalu di level tertinggi sepanjang masa, setelah rebound tajam selama sebulan. Musim laporan keuangan perusahaan yang kuat menjadi penopang optimisme terhadap saham AS dan menyeimbangkan berbagai tekanan pasar lainnya.

Lebih dari 100 perusahaan dalam S&P 500 dijadwalkan merilis kinerja pekan ini, menandai puncak musim laporan keuangan. Secara keseluruhan, laba perusahaan S&P 500 diperkirakan naik 27,8 persen pada kuartal pertama dibanding tahun lalu, menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal IV-2021.

Perusahaan seperti Palantir, Walt Disney, dan McDonald’s termasuk yang akan melaporkan kinerja pekan ini.

Hasil dari produsen chip AMD juga akan menjadi sorotan, mengingat kenaikan tajam sahamnya. Sejak akhir Maret, saham AMD naik lebih dari 80 persen, sementara indeks semikonduktor Philadelphia naik sekitar 48 persen.

Laporan ketenagakerjaan April yang akan dirilis 8 Mei diperkirakan menunjukkan penambahan 60.000 lapangan kerja, lebih rendah dari 178.000 di Maret, tetapi lebih baik dibanding penurunan tajam di Februari.

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS meningkat di kuartal pertama, didorong lonjakan investasi bisnis di bidang AI.

Namun, harapan pemangkasan suku bunga kini mulai memudar. Rapat Federal Reserve minggu lalu menunjukkan perpecahan internal, dengan beberapa pejabat khawatir inflasi masih membayangi dan mungkin membutuhkan kenaikan suku bunga.

Nada hawkish ini, ditambah lonjakan harga minyak, mendorong imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi satu bulan. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,38 persen pada Jumat.

Kenaikan yield ini bisa menjadi masalah bagi saham, karena meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan perusahaan.

(NIA DEVIYANA)

SHARE