MARKET NEWS

Mandiri Sekuritas Prediksi IHSG di Kisaran 6.800-7.500 pada Akhir 2026

Kunthi Fahmar Sandy 04/09/2026 06:00 WIB

Proyeksi IHSG pada skenario dasar (base case) berada di level 6.800, serta berpotensi melonjak lebih tinggi apabila ditopang penurunan equity risk-free rate.

Mandiri Sekuritas Prediksi IHSG di Kisaran 6.800-7.500 pada Akhir 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Mandiri Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam fase penguatan (bullish) menuju paruh kedua tahun 2026. Pertumbuhan kinerja laba emiten menjadi penopang utama optimisme pasar saham domestik.

Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat mengungkapkan bahwa fundamental kinerja keuangan emiten yang solid menjadi pijakan kuat bagi arah pergerakan indeks hingga akhir tahun.

Menurut Kresna, proyeksi IHSG pada skenario dasar (base case) berada di level 6.800, serta berpotensi melonjak lebih tinggi apabila ditopang penurunan equity risk-free rate.

"Yang mendasari proyeksi IHSG kami, di mana kami memproyeksikan bahwa nanti di akhir tahun 2026 IHSG harusnya bisa berkotak di 6.800 dan proyeksi kami secara bull casenya jika memang adanya equity risk-free yang lebih baik, misalkan direfleksi dengan equity risk-free rate yang lebih rendah lagi, itu harusnya bisa ke 7.500 untuk bull casenya," kata Kresna dalam Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 Indonesia Economic Outlook, Kamis (3/9/2026).

Selain IHSG, Mandiri Sekuritas juga mencermati prospek positif pada indeks IDX80 yang dinilai menjadi acuan utama bagi para pengelola dana lokal.

"Kami lebih bullish di IDX80 yang dimana kami memproyeksikan IDX 80 bisa naik mungkin sekitar 8-10 persen lagi dari level sekarang ke level 107. Ini ditopang juga tadi kembali oleh pertumbuhan EPS yang steady di 11 persen untuk IDX 80 nya. Kami menekankan bahwa IDX 80 lebih banyak digunakan oleh investor-investor lokal juga saat ini dalam membenchmarking performa fund mereka," tutur Kresna.

Adapun target dasar untuk indeks IDX80 dipatok pada level 107,2 dengan proyeksi pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) sebesar 11 persen, serta perkiraan lonjakan EPS IHSG secara keseluruhan hingga 46 persen. 

Di sisi makroekonomi, inflasi rata-rata tahun 2026 diperkirakan berada pada angka 3,4 persen, diserta prediksi kenaikan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00 persen di akhir tahun demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Dalam menghadapi dinamika pasar paruh kedua tahun 2026, Mandiri Sekuritas memetakan empat tema besar investasi yang mencakup keuntungan struktural industri emas, hilirisasi mineral, dan energi; keberlanjutan kebijakan fiskal pro-rakyat; alokasi modal selektif pada saham likuid berdividen tinggi; serta reformasi industri yang dipimpin oleh negara.

Berdasarkan hal tersebut, sektor emas dan tembaga, nikel, minyak dan gas, kesehatan, rokok, telekomunikasi, serta keuangan menjadi sektor pilihan utama (most preferred).

Sebaliknya, sektor properti, menara telekomunikasi, serta jalan tol dan transportasi masuk dalam kategori sektor yang kurang disukai (least preferred).

Untuk mengoptimalkan peluang portofolio, Mandiri Sekuritas merekomendasikan sepuluh saham pilihan utama (Top 10 Picks), yakni AMMN, ANTM, ARCI, INCO, MEDC, GGRM, AMRT, MIKA, ISAT, dan BBCA.

Adapun aliran modal asing pada semester kedua diproyeksikan bakal lebih condong ke saham-saham berdividen tinggi dengan likuiditas harian di atas USD1 juta, sembari mencermati arah keputusan rapat FOMC Bank Sentral AS pada 8–9 Desember 2026 dan pengumuman rebalancing indeks MSCI pada November 2026.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE