MARKET NEWS

MDIY Prediksi Pola Belanja Masyarakat Jadi Lebih Awal dan Selektif di 2026

Tangguh Yudha 29/01/2026 18:09 WIB

Momen Lebaran identik dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Namun, pada Lebaran 2026, pola konsumsi diperkirakan mengalami pergeseran.

MDIY Prediksi Pola Belanja Masyarakat Jadi Lebih Awal dan Selektif di 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Momen Lebaran identik dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Namun, pada Lebaran 2026, pola konsumsi diperkirakan mengalami pergeseran.

Masyarakat dinilai akan berbelanja lebih awal dan semakin selektif, dengan fokus pada fungsi serta kebutuhan barang yang dibeli.

Presiden Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR DIY Indonesia Edwin Cheah memproyeksikan adanya peningkatan aktivitas belanja, terutama untuk produk penunjang kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, hingga berbagai item yang mendukung momen kebersamaan keluarga.

Meski demikian, tren belanja tahun ini diperkirakan tidak lagi terpusat menjelang hari raya, melainkan dilakukan lebih awal dan terencana.

"Perubahan ini seiring dengan meningkatnya minat konsumen dalam memanfaatkan berbagai promosi dan penawaran bernilai yang tersedia," ujarnya dalam keterangannya pada Kamis (29/1/2026).

Pola belanja yang lebih terukur tersebut juga disebut Edwin mencerminkan upaya masyarakat dalam menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Kami melihat bahwa konsumen semakin bijak dalam berbelanja. Prioritas pemenuhan kebutuhan rumah tangga kini dibarengi dengan pertimbangan fungsi, relevansi, dan fleksibilitas produk," kata dia. 

Edwin menyebut, memasuki 2026, MR DIY Indonesia juga mencermati konsistensi pertumbuhan belanja konsumen yang semakin merata di berbagai wilayah, tidak lagi terpusat di kota-kota besar.

Sepanjang 2025, tren tersebut sejalan dengan ekspansi jaringan MR DIY yang membuka lebih dari 270 toko baru di seluruh Indonesia, termasuk peresmian toko ke-1.200 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama 2025, peningkatan aktivitas belanja tercatat signifikan di wilayah tier 2 dan tier 3, dengan kategori perlengkapan rumah tangga tetap menjadi kebutuhan utama yang dibeli konsumen lintas daerah.

Pemerataan permintaan ini menunjukkan bahwa produk kebutuhan sehari-hari yang fungsional, relevan, dan bernilai semakin dibutuhkan oleh keluarga Indonesia, tanpa memandang lokasi geografis.

Menurut Edwin, pemerataan permintaan ini mencerminkan perubahan positif dalam lanskap ritel nasional.

“Permintaan yang semakin merata di berbagai wilayah menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia kini memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang semakin serupa terhadap produk rumah tangga yang fungsional dan bernilai," katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE