Menakar Peluang Saham Emas, Simak Proyeksi ANTM hingga PSAB
Harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan dalam jangka menengah meski saat ini pergerakannya cenderung bergerak mendatar.
IDXChannel - Harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan dalam jangka menengah meski saat ini pergerakannya cenderung bergerak mendatar.
Prospek tersebut juga menjadi sentimen positif bagi sejumlah saham sektor pertambangan emas yang direkomendasikan untuk dicermati investor.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta Utama, kontrak berjangka emas saat ini berada dalam fase netral hingga moderat bullish, dengan pergerakan pada kisaran USD3.961,85-USD4.224,90 yang menjadi area support dan resistance.
Dia menjelaskan, indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di bawah level 50, tetapi sinyal bullish divergence tetap bertahan.
Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah membentuk pola golden cross di area negatif yang mengindikasikan potensi penguatan harga.
Nafan mengatakan selama level support Fibonacci di USD3.961,85 mampu bertahan, peluang penguatan emas masih terbuka. Jika harga berhasil menembus area resistance USD4.224,90 dan USD4.403,60, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju USD4.755,15 dalam jangka menengah.
Sementara itu, prospek perak dinilai masih berada dalam fase netral karena bergerak dalam pola konsolidasi di kisaran USD56,842-USD64,607.
Menurutnya, indikator teknikal perak menunjukkan kondisi yang serupa dengan emas. RSI masih berada di bawah level 50, namun bullish divergence tetap terjaga, sedangkan MACD juga telah membentuk golden cross.
Dia memperkirakan level USD56,842 menjadi area support penting apabila terjadi koreksi lanjutan. Sebaliknya, jika momentum penguatan berlanjut, harga perak berpotensi kembali menguji resistance di USD64,607.
Sejalan dengan prospek tersebut, Mirae Asset merekomendasikan sejumlah saham berbasis logam dan pertambangan.
Rekomendasi buy diberikan kepada ANTM dengan target harga Rp3.080, ARCI dengan target Rp1.115, HRTA dengan target Rp1.935, serta BRMS dengan target Rp550.
Sementara itu, MDKA, EMAS, dan PSAB direkomendasikan sebagai speculative buy, masing-masing dengan target harga Rp2.800, Rp6.275, dan Rp452.
UNTR memperoleh rekomendasi add dengan target harga Rp26.500, didukung tren kenaikan yang masih berlanjut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.