MARKET NEWS

Menakar Prospek Sektor Otomotif, Simak Nasib Astra (ASII) Cs

TIM RISET IDX CHANNEL 20/07/2026 06:41 WIB

Prospek penjualan mobil nasional dinilai masih akan tetap solid hingga paruh kedua 2026.

Menakar Prospek Sektor Otomotif, Simak Nasib Astra (ASII) Cs. (Foto: Gaikindo)

IDXChannel - Prospek penjualan mobil nasional dinilai masih akan tetap solid hingga paruh kedua 2026.

Setelah mencatat pertumbuhan yang melampaui pola musiman pada semester pertama, analis memperkirakan permintaan terus ditopang oleh kuatnya penjualan kendaraan niaga, meningkatnya adopsi mobil listrik, serta peluncuran model-model baru.

Analis CGS Internasional Sekuritas Indonesia (CGSI) Handy Noverdanius dan Elizabeth Noviana dalam riset yang terbit pada 14 Juli 2026 menyebutkan penjualan wholesales kendaraan roda empat sepanjang semester I-2026 mencapai sekitar 53 persen dari proyeksi penjualan sepanjang tahun.

Capaian tersebut berada di atas rata-rata historis semester pertama yang berada di kisaran 48 persen.

Secara tahunan, mengutip Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada enam bulan pertama 2026 meningkat 16 persen.

Khusus Juni 2026, penjualan mencapai 77.600 unit atau naik 12 persen dibandingkan Mei 2026 dan melonjak 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut CGSI, kenaikan tersebut didorong oleh tetap kuatnya permintaan kendaraan niaga, hadirnya model-model baru, serta berlanjutnya tren pertumbuhan kendaraan listrik (EV).

Ketiga faktor tersebut mampu mengimbangi penurunan penjualan mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) yang turun sekitar 8 persen secara tahunan.

Segmen kendaraan niaga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan. Penjualannya melonjak 39 persen secara tahunan menjadi 114.000 unit, terutama didorong oleh tingginya permintaan Daihatsu Gran Max dan Suzuki Carry.

Kedua model tersebut mendapat manfaat dari berbagai program pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melonjak 82 persen menjadi 70.100 unit sepanjang semester pertama 2026. Pertumbuhan tersebut dipimpin oleh model Jaecoo J5, BYD Atto 1, dan Geely EX2.

Di sisi lain, segmen low-cost green car (LCGC) masih menghadapi tekanan. Penjualannya turun 18 persen secara tahunan akibat lemahnya daya beli masyarakat pada segmen pasar massal.

CGSI juga menyoroti dominasi PT Astra International Tbk (ASII) di industri otomotif. Perseroan mampu mempertahankan pangsa pasar sekitar 51 persen dari total penjualan wholesales kendaraan roda empat selama semester pertama 2026.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan mobil hybrid dan kendaraan niaga. Penjualan hybrid ASII naik 74 persen menjadi sekitar 28.000 unit, didorong oleh Toyota Veloz Hybrid yang menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan hybrid ASII.

Sementara itu, penjualan kendaraan niaga meningkat 41 persen menjadi sekitar 53.000 unit, dengan Daihatsu Gran Max memberikan kontribusi hampir separuh dari total penjualan kendaraan niaga perusahaan.

Meski penjualan LCGC ASII turun 13 persen secara tahunan, pangsa pasarnya justru meningkat menjadi 78 persen. Hal itu ditopang oleh Toyota Calya yang menjadi satu-satunya model LCGC dengan pertumbuhan penjualan positif sepanjang semester pertama 2026.

Memasuki kuartal III-2026, CGSI memperkirakan momentum penjualan mobil masih terjaga.

Salah satu katalis utamanya adalah penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada 30 Juli hingga 9 Agustus yang akan diikuti 41 merek kendaraan penumpang, lebih banyak dibandingkan 39 merek pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan rata-rata historis selama 10 tahun terakhir, penjualan mobil bulanan biasanya meningkat sekitar 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya ketika GIIAS berlangsung.

Selain itu, pasar juga menantikan kejelasan paket insentif otomotif dari pemerintah yang diperkirakan diumumkan pada Agustus 2026.

Atas prospek tersebut, CGSI kembali mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor otomotif.

ASII tetap menjadi pilihan utama berkat prospek pengembalian kepada pemegang saham (total shareholders return/TSR) yang dinilai masih menarik, didukung permintaan kendaraan niaga yang tetap kuat dan berlanjutnya peluncuran model-model baru.

Di sisi lain, risiko utama sektor ini berasal dari potensi pelemahan daya beli masyarakat dan kenaikan harga bahan bakar, sementara insentif pemerintah yang lebih besar dari perkiraan dapat menjadi katalis positif bagi valuasi sektor otomotif. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE