sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Konflik AS-Iran hingga Pengumuman BI Rate Jadi Penentu Sentimen Pasar Pekan Ini

Market news editor Nia Deviyana
20/07/2026 06:30 WIB
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026).
Konflik AS-Iran hingga Pengumuman BI Rate Jadi Penentu Sentimen Pasar Pekan Ini. Foto: Pixabay.
Konflik AS-Iran hingga Pengumuman BI Rate Jadi Penentu Sentimen Pasar Pekan Ini. Foto: Pixabay.

IDXChannel - Pekan yang berlangsung 20-24 Juli 2026 akan cukup menarik perhatian investor, di mana terdapat sejumlah isu dan agenda penting yang mampu memengaruhi sentimen pasar

Dari eksternal, konflik geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap harga energi dunia. Investor juga mencermati sejumlah data ekonomi AS yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) bulan ini. 

Selain itu, musim laporan keuangan kuartal II-2026 ikut memengaruhi pergerakan pasar saham di Wall Street, khususnya pada sektor teknologi.

Eskalasi geopolitik yang kembali meningkat juga menimbulkan ketidakpastian terhadap keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) menjelang rapat kebijakan moneter pada 22 Juli.

Lonjakan harga minyak memunculkan keraguan bahwa bank sentral tersebut akan tetap mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Harga energi kembali melonjak pada pekan lalu setelah beberapa hari berturut-turut terjadi aksi saling serang antara AS dan Iran terkait penguasaan Selat Hormuz.

Kekhawatiran terhadap pasokan minyak kembali meningkat. Kontrak berjangka (futures) Brent untuk pengiriman September, yang menjadi acuan harga minyak internasional, kembali diperdagangkan menguat pada awal perdagangan Rabu di atas USD85 per barel, setelah pada pekan lalu masih berada di kisaran USD70 per barel, mendekati level sebelum perang.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026).

Keputusan BI akan menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan rupiah, pasar obligasi, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat lonjakan harga minyak serta arah kebijakan bank-bank sentral dunia.

Adapun Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. 

Pada rapat tersebut BI juga mengerek suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement