Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Irman Faiz menilai BI masih memiliki ruang pengetatan kebijakan. Dia memproyeksikan BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali hingga ke level 6,25 persen hingga akhir 2026.
Namun, Irman menggarisbawahi ruang pengetatan tersebut akan sangat bergantung pada tingkat volatilitas nilai tukar rupiah serta dengan mempertimbangkan sentimen global.
“Kalau misalnya tensi geopolitiknya masih berkelanjutan, tapi kalau misalnya tidak harusnya tidak perlu diutilisasi," ujar dia saat ditemui, belum lama ini.
(NIA DEVIYANA)