MARKET NEWS

Menelisik Aksi Asing, Lepas Sejumlah Saham demi Buru Dividen Besar

TIM RISET IDX CHANNEL 12/03/2026 10:57 WIB

Aksi jual bersih (net sell) investor asing dalam beberapa waktu terakhir terbilang jumbo.

Menelisik Aksi Asing, Lepas Sejumlah Saham demi Buru Dividen Besar. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Aksi jual bersih (net sell) investor asing dalam beberapa waktu terakhir terbilang jumbo. Analis menilai, di tengah tekanan tersebut investor perlu mencermati pergeseran portofolio asing serta mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menyoroti pergerakan investor asing dalam sebulan terakhir. Menurut dia, jika melihat komposisi beli bersih (net buy) dan net sell investor asing dalam satu bulan terakhir, terlihat pola yang cukup beragam.

“Jika kita melihat komposisi net buy/sell foreign satu bulan ke belakang, terlihat terjadi komposisi yang mixed. Asing melepas saham BBCA tapi melakukan pembelian besar di BMRI,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Michael menambahkan, arus dana asing juga terlihat mengalir ke sejumlah saham lain di sektor tambang.

“Selain itu, terlihat net buy di UNTR, ASII serta ITMG dan PTBA. Ini mengindikasikan bahwa saat ini asing sedang memasukkan daftar saham dengan dividen besar sebagai portofolio mereka,” kata Michael.

Data perdagangan menunjukkan tekanan di pasar memang cukup besar dalam sebulan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sekitar 11 persen dalam periode tersebut dan berada di level 7.379 pada Kamis (12/3/2026) pukul 10.27 WIB.

Sejalan dengan pelemahan indeks, investor asing tercatat melakukan net sell Rp6,71 triliun di pasar reguler dalam satu bulan terakhir.

Saham BBCA menjadi yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai Rp4,43 triliun. Aksi jual juga terlihat di saham BBNI senilai Rp816 miliar serta emiten tambang BUMI sebesar Rp1,61 triliun.

Namun jika melihat lebih rinci, sebagian dana asing justru masuk ke saham bank raksasa lain. Dalam periode yang sama, asing mencatatkan net buy di BMRI sebesar Rp1,29 triliun dan BBRI Rp391 miliar.

Selain itu, aliran dana juga mengarah ke saham konglomerasi dan komoditas. Asing mencatat net buy di UNTR Rp821 miliar, ASII Rp602 miliar, ITMG Rp540 miliar, serta PTBA Rp427 miliar.

Menurut Michael, situasi pasar dalam waktu dekat masih diliputi ketidakpastian yang cukup besar sehingga investor perlu lebih berhati-hati dalam menentukan strategi investasi.

“Dalam waktu dekat, uncertainty terlalu besar. Investor perlu melakukan investasi dengan melihat strategi untuk jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman historis menunjukkan tekanan di pasar saham biasanya tidak berlangsung permanen.

“Karena berdasar historical, stress test di IHSG selalu akan membuat bounce back yang cukup signifikan kembali,” kata dia.

Menurut Michael, salah satu pendekatan yang bisa dipertimbangkan investor adalah mencermati saham-saham yang berpotensi diuntungkan dari koreksi pasar.

“Salah satunya adalah dari saham-saham yang membagikan dividen besar,” ujarnya. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE