MARKET NEWS

Mengintip Nasib Saham Bank BMRI-BBRI Cs di 2026

TIM RISET IDX CHANNEL 10/03/2026 06:55 WIB

Sektor perbankan Indonesia dinilai memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat, didorong peningkatan profitabilitas hingga pertumbuhan kredit yang solid.

Mengintip Nasib Saham Bank BMRI-BBRI Cs di 2026. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Sektor perbankan Indonesia dinilai memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat, didorong peningkatan profitabilitas, pertumbuhan kredit yang solid, serta biaya kredit yang lebih rendah.

Dalam riset yang terbit pada 9 Maret 2026, RHB Sekuritas mencatat laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) bank-bank yang berada dalam cakupannya tumbuh sekitar 9 persen secara tahunan pada Januari 2026.

Sementara itu, laba bersih melonjak 23,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berbalik dari kontraksi yang terjadi pada awal 2025.

RHB Sekuritas menyebutkan perbaikan kinerja ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang tetap kuat serta margin bunga bersih (NIM) yang lebih baik.

Secara sektoral, kredit perbankan tumbuh 11,1 persen secara tahunan, sedangkan NIM meningkat menjadi sekitar 5,1 persen seiring penyesuaian suku bunga pinjaman dan pengelolaan biaya dana yang lebih hati-hati.

Kinerja bank-bank besar menjadi motor utama pemulihan tersebut. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat pertumbuhan laba operasional paling kuat.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga menunjukkan perbaikan moderat, terutama dari segmen mikro dan usaha kecil menengah.

Kemudian, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan yang lebih stabil karena basis laba yang sudah besar.

Di kelompok bank menengah, kinerja bahkan lebih agresif. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan Bank BJB (BJBR) mencatat pertumbuhan yang signifikan. Namun, BTPN Syariah (BTPS) masih menjadi pengecualian karena menghadapi tekanan pada segmen pembiayaan mikro.

Dari sisi kualitas aset, kondisi sektor juga menunjukkan perbaikan. Biaya kredit (CoC) turun menjadi sekitar 1,5 persen, mencerminkan tekanan pencadangan yang mulai mereda serta performa kredit yang lebih sehat.

Likuiditas juga tetap terjaga, dengan rasio loan-to-deposit (LDR) berada di sekitar 87,2 persen, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 14,4 persen secara tahunan, serta rasio CASA stabil di kisaran 71 persen.

Dengan fundamental tersebut, RHB Sekuritas tetap memberikan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan Indonesia.

Urutan saham unggulan yang direkomendasikan adalah BMRI, diikuti BBRI, BRIS, dan BBTN.

Meski demikian, RHB Sekuritas mengingatkan adanya sejumlah risiko eksternal. Ketegangan geopolitik global berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan memicu kembali tekanan inflasi.

Kondisi tersebut dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, menunda pelonggaran kebijakan moneter, serta memicu arus keluar dana asing yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan likuiditas domestik. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE