IDXChannel - Harga minyak dunia bergerak liar seperti roller coaster pada Senin (9/3/2026).
Lonjakan ini mendorong harga minyak ditutup di level tertinggi sejak 2022 setelah Arab Saudi dan sejumlah anggota OPEC lainnya memangkas pasokan di tengah meluasnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Namun, tak lama setelah penutupan perdagangan, harga berbalik melemah menyusul kabar percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Harga kemudian jatuh lebih jauh dalam perdagangan setelah penutupan (post-settlement trade), merosot lebih dari 5 persen setelah Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan pelonggaran tambahan sanksi terhadap minyak Rusia guna meredam harga energi global.
Sebelumnya, Putin menyatakan Moskow siap memasok minyak dan gas alam ke Eropa.
Secara terpisah, Trump dalam wawancara dengan CBS News mengatakan ia menilai perang melawan Iran “sudah sangat lengkap” dan Washington “sangat jauh lebih maju” dari perkiraan awalnya yang memproyeksikan konflik berlangsung empat hingga lima pekan.