Harga kemudian turun dari puncak yang disentuh pada perdagangan intraday tersebut karena sejumlah faktor, termasuk kekhawatiran inflasi serta kabar bahwa AS dan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) tengah mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis.
Unjuk Kekuatan Kelompok Garis Keras Iran
Selain gangguan pasokan energi, harga minyak juga terdorong naik setelah kelompok garis keras Iran menggelar unjuk kekuatan pada Senin.
Mereka turun ke jalan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang kemunculannya dipandang meredupkan harapan berakhirnya perang Timur Tengah secara cepat.
Raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, mulai memangkas produksi di dua ladang minyaknya.
Langkah ini menambah pengurangan produksi oleh Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Qatar, di tengah pengiriman minyak yang terus terhambat serta keterbatasan kapasitas penyimpanan.