Perang tersebut praktis menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia serta gas alam cair melalui laut.
Meski demikian, sebuah kapal tanker minyak yang dioperasikan perusahaan Yunani dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut dengan membawa kargo minyak mentah Saudi, menandakan sebagian kapal komersial masih mencoba melewati jalur penting itu.
Perusahaan analisis data Kpler menyatakan bahwa sekalipun selat tersebut dibuka kembali pada Selasa, diperlukan waktu sekitar enam hingga tujuh pekan agar ekspor dari kawasan Teluk kembali pulih ke kapasitas penuh.
Saudi Aramco, yang dapat mengalihkan sebagian pengiriman melalui pelabuhan Laut Merah di Yanbu, menawarkan lebih dari 4 juta barel minyak mentah Saudi melalui tender langka untuk mengimbangi penutupan Selat Hormuz.
Seiring harga minyak berangsur turun dari puncak sesi, para analis menyebut beberapa faktor penyebabnya.