MARKET NEWS

Momentum Saham Bank Besar, BBCA Hijau 5 Hari Beruntun

TIM RISET IDX CHANNEL 07/07/2026 14:56 WIB

Reli saham-saham bank besar turut menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

Momentum Saham Bank Besar, BBCA Hijau 5 Hari Beruntun. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Reli saham-saham bank besar turut menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan tersebut sekaligus membantu meredakan tekanan jual di pasar, meski aliran dana asing masih belum kembali masuk ke pasar domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026) pukul 14.38 WIB, IHSG menguat 0,96 persen ke level 5.972. Nilai transaksi tercatat Rp7,01 triliun dengan volume perdagangan mencapai 15,45 miliar saham.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 404 saham menguat, 243 saham melemah, dan 314 saham lainnya bergerak stagnan.

Secara kinerja, IHSG telah naik 2,60 persen dalam sepekan dan menguat 6,70 persen dalam sebulan terakhir. Meski demikian, indeks masih terkoreksi tajam 30,94 persen secara year to date (YtD) dibandingkan posisi awal tahun.

Di tengah penguatan tersebut, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp2,26 triliun di pasar reguler selama sepekan terakhir.

Salah satu penopang utama penguatan indeks adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham emiten perbankan milik Grup Djarum itu naik 2,04 persen ke Rp6.250 per unit dan telah menghijau selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Namun, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp125,54 miliar pada saham BBCA dalam sepekan terakhir.

Jika dihitung sejak awal tahun, akumulasi net sell asing di saham tersebut mencapai Rp32,27 triliun, menjadi yang terbesar di BEI.

Sementara itu, saham-saham bank besar lainnya, kelompok Himbara, juga melanjutkan penguatan selama 4 hari perdagangan berturut-turut, terutama ditopang oleh aksi beli investor domestik.

Pada perdagangan Selasa, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melonjak 4,27 persen ke Rp3.420 per unit.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 3,23 persen ke Rp2.880 per unit, sedangkan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 0,74 persen ke Rp4.060 per unit.

Prospek Sektor Bank

Meskipun kualitas kredit konsumen mulai menunjukkan tekanan, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan.

Koreksi harga saham dinilai telah membuat valuasi bank-bank besar menjadi lebih menarik, sementara fundamental industri masih relatif solid dengan tingkat permodalan yang kuat.

Dalam riset yang diterbitkan pada 3 Juli 2026, analis BRI Danareksa menjagokan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) sebagai top picks. Keduanya dinilai memiliki kualitas aset yang lebih baik serta profitabilitas yang lebih tangguh dibandingkan emiten perbankan lainnya.

Meski demikian, BRI Danareksa mengingatkan bahwa risiko utama terhadap proyeksi tersebut berasal dari potensi penurunan kualitas aset yang lebih tajam dari perkiraan serta penyusutan net interest margin (NIM) yang terjadi secara ekstrem. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE