MPPA Siapkan Rights Issue Rp1,2 Triliun, Multipolar Siaga Serok Sisa Saham Rp980 Miliar
MPPA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 23.999.658.401 saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham.
IDXChannel – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) resmi memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VIII atau rights issue dengan nilai maksimal Rp1,2 triliun.
Berdasarkan data Perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/6/2026), MPPA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 23.999.658.401 saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham.
"Dengan demikian, total dana yang berpotensi dihimpun Perseroan mencapai Rp1,19 triliun. Jumlah saham baru tersebut setara dengan 64,92 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue," tulis management.
Setiap pemegang 114 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 29 Juni 2026 pukul 16.15 WIB berhak memperoleh 211 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham.
Perseroan menegaskan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya sesuai porsi kepemilikan akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi hingga maksimal 64,92 persen.
Pemegang saham utama MPPA, yakni PT Multipolar Tbk (MLPL), telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dimiliki.
MLPL akan mengeksekusi haknya sebanyak 12.032.267.355 saham dengan nilai investasi sekitar Rp601,61 miliar. Selain itu, MLPL juga bertindak sebagai Pembeli Siaga dengan komitmen membeli sisa saham yang tidak diambil pemegang saham lain hingga senilai maksimal Rp378,39 miliar atau setara 7.567.732.645 saham.
"Dengan demikian, total komitmen dana MLPL dalam aksi korporasi ini mencapai Rp980 miliar," tulis management.
Apabila seluruh HMETD dilaksanakan, jumlah saham beredar MPPA akan meningkat dari 12.96 miliar saham menjadi 36.96 miliar saham. Namun, jika hanya MLPL yang mengeksekusi haknya sekaligus menyerap seluruh sisa saham sesuai komitmen sebagai pembeli siaga, maka kepemilikan MLPL berpotensi meningkat dari 50,14 persen menjadi 80,15 persen.
Adapun OJK telah menyatakan efektif rights issue MPPA pada 17 Juni 2026. Saham MPPA dengan hak HMETD (cum-rights) diperdagangkan terakhir pada 25 Juni 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta 29 Juni 2026 untuk pasar tunai.
Sementara itu, perdagangan akan berlangsung pada 1–3 Juli 2026 dan 6–7 Juli 2026, bersamaan dengan periode pelaksanaan HMETD. Tanggal terakhir pelaksanaan jatuh pada 7 Juli 2026.
Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan Perseroan untuk mendukung ekspansi usaha. Sebesar Rp780 miliar dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), terutama pembelian sejumlah aset properti strategis guna memperkuat pengembangan ekosistem ritel Perseroan.
Aksi korporasi ini menjadi salah satu langkah MPPA memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung strategi ekspansi bisnis ritel modern dalam jangka panjang.
(Shifa Nurhaliza Putri)