MSIG Life (LIFE) Catatkan Laba Rp181 Miliar di Semester I-2026, Tumbuh 69 Persen
MSIG Life juga mencatat pertumbuhan bisnis baru dan perbaikan sejumlah indikator operasional.
IDXChannel – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) membukukan laba bersih sebesar Rp181 miliar pada semester I-2026, melonjak 69 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp107 miliar.
Pada periode tersebut, MSIG Life juga mencatat pertumbuhan bisnis baru dan perbaikan sejumlah indikator operasional. Di mana pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan (APE) tumbuh 7 persen secara tahunan (YoY).
Capaian ini lebih tinggi dibandingkan industri asuransi yang tumbuh 2 persen pada semester I-2026. Kinerja tersebut melanjutkan tren pertumbuhan APE perseroan sepanjang 2025 yang mencapai 12 persen.
“Rencana jangka menengah 2020 hingga 2025 menjadikan MSIG Life perusahaan yang semakin tangguh, bertumbuh, dan laba berkelanjutan, termasuk sepanjang semester pertama 2026 di tengah tingginya inflasi medis serta volatilitas pasar keuangan,” ujar CEO & Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen dalam Public Expose MSIG Life di Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Selain mencatat kenaikan laba, MSIG Life juga melaporkan perbaikan rasio klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar 8 poin secara tahunan. Perbaikan tersebut didukung oleh penguatan proses underwriting, pengelolaan klaim, dan manajemen risiko berbasis data.
Hasil investasi pada produk non-unit link juga meningkat 8 persen YoY. Perusahaan mengaitkan pertumbuhan ini dengan diversifikasi penempatan investasi pada instrumen domestik dan global.
Sementara itu, Contractual Service Margin (CSM) MSIG Life mencapai Rp913 miliar pada semester I-2026, atau naik 8 persen. Indikator ini menggambarkan keuntungan yang diperkirakan diperoleh perusahaan dari kontrak asuransi yang masih berjalan dan diakui secara bertahap selama masa pertanggungan.
Dari sisi permodalan, ekuitas MSIG Life tercatat sebesar Rp8,19 triliun, melampaui ketentuan minimum tertinggi bagi perusahaan asuransi sebesar Rp1 triliun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 23 Tahun 2023.
Rasio solvabilitas atau risk-based capital (RBC) perusahaan juga berada di level 1.381,6 persen, jauh di atas batas minimum regulator sebesar 120 persen.
Pertumbuhan bisnis MSIG Life juga terlihat dari premi lanjutan yang meningkat 27 persen YoY pada semester I-2026. Capaian ini berbanding terbalik dengan industri asuransi yang mengalami koreksi sekitar 6 persen.
Hingga Juni 2026, sekitar 1 juta tertanggung tercatat telah mempercayakan perlindungan asuransinya kepada perusahaan. Perusahaan juga mencatat tingkat keterlibatan karyawan sebesar 87 persen berdasarkan Employee Voice Survey 2025, melampaui rata-rata perusahaan asuransi global.
(DESI ANGRIANI/ Kidung Dhia Fardheena)