MARKET NEWS

Obligasi dan Sukuk RATU Oversubscribed 6,8 Kali, Permintaan Tembus Rp5,46 Triliun

Dhera Arizona Pratiwi 27/03/2026 19:52 WIB

Total permintaan investor mencapai sekitar Rp5,46 triliun, atau sekitar 6,8 kali dari target penerbitan sebesar Rp800 miliar.

Obligasi dan Sukuk RATU Oversubscribed 6,8 Kali, Permintaan Tembus Rp5,46 Triliun. (Foto Istimewa)

IDXChannel – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatatkan minat investor yang sangat kuat dalam proses bookbuilding Penawaran Umum Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 dan Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026. Total permintaan investor mencapai sekitar Rp5,46 triliun, atau sekitar 6,8 kali dari target penerbitan sebesar Rp800 miliar.

"Permintaan terhadap Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 tercatat mencapai sekitar Rp2,58 triliun atau 8,61 kali dari target Rp300 miliar," ujar Direktur RATU Adrian Hartadi dalam pernyataan resminya, Jumat (27/3/2026).

Sementara itu, kata dia, permintaan terhadap Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 mencapai sekitar Rp2,88 triliun atau 5,76 kali dari target Rp500 miliar, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perseroan.

Dalam struktur final, perseroan menetapkan penerbitan Obligasi sebesar Rp300 miliar yang terdiri dari tenor lima tahun dengan kupon 7,95 persen dan tenor tujuh tahun dengan kupon 8,50 persen.

Sementara itu, Sukuk Wakalah diterbitkan sebesar Rp500 miliar dengan tenor lima tahun dan tujuh tahun dengan imbal hasil wakalah masing-masing 7,95 persen dan 8,50 persen per tahun, yang dibayarkan secara triwulanan.

Dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan Perseroan, termasuk untuk cash call dalam rangka pengembangan aset pada wilayah kerja Jabung dan Cepu, serta refinancing atas fasilitas pinjaman bank eksisting, sehingga dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pertumbuhan Perseroan dalam pengelolaan portofolio aset energi nasional.

Dalam penerbitan ini, perseroan memperoleh peringkat idA (Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Wakalah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Adrian menuturkan, pencapaian oversubscription ini bukan hanya mencerminkan tingginya minat investor, tetapi juga menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap model bisnis dan fundamental perseroan.

“Perseroan akan mengelola dana hasil penerbitan ini secara disiplin serta terus memperkuat portofolio aset energi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE