MARKET NEWS

OJK: Likuiditas Pasar Saham Tetap Terjaga Meski IHSG Terkoreksi pada Juni

Shifa Nurhaliza Putri 08/07/2026 19:49 WIB

OJK menyampaikan pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi sepanjang Juni 2026 di tengah berlanjutnya ketidakpastian global.

OJK: Likuiditas Pasar Saham Tetap Terjaga Meski IHSG Terkoreksi pada Juni. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi sepanjang Juni 2026 di tengah berlanjutnya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada 1 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.643,19 atau terkoreksi 7,90 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan melemah 34,74 persen secara year to date (ytd).

OJK menilai pelemahan tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik global, tekanan inflasi, serta proses rebalancing portofolio investor. Meski demikian, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara umum masih berada pada level yang terjaga.

Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread pasar saham pada Juni 2026 berada di level 1,75 persen, sedikit meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 1,50 persen. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat sebesar Rp22,23 triliun, turun tipis dari Rp22,86 triliun pada bulan sebelumnya.

Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham senilai Rp19,63 triliun sepanjang Juni 2026. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan net sell Rp4,10 triliun pada Mei 2026, seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global dan penyesuaian portofolio investor.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 429,85 atau terkoreksi 1,69 persen secara bulanan dan 2,49 persen secara ytd. Pada saat yang sama, rata-rata imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) meningkat sebesar 40 basis poin secara bulanan atau 96,22 basis poin secara ytd.

Meski pasar obligasi bergerak dinamis, minat investor asing terhadap SBN masih positif. Sepanjang Juni 2026, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp22,43 triliun, berbalik dari posisi net sell Rp3,70 triliun pada Mei 2026. Adapun di pasar obligasi korporasi, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp0,07 triliun.

Secara global, OJK menilai indikator ekonomi masih menunjukkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi pasar meski terdapat perbedaan kondisi antarnegara. 

Amerika Serikat dinilai masih resilien dengan pasar tenaga kerja yang kuat meskipun inflasi meningkat, sementara Tiongkok masih menghadapi lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta. Di Eropa, aktivitas ekonomi masih tertahan oleh lemahnya permintaan meski sektor manufaktur mulai menunjukkan perbaikan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE