MARKET NEWS

Pabrik Dua Putra (DPUM) di Pati Kebakaran, Aktivitas Produksi Dialihkan

Rahmat Fiansyah 09/06/2026 10:45 WIB

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melaporkan fasilitas operasional perseroan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kebakaran.

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melaporkan fasilitas operasional perseroan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kebakaran. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melaporkan fasilitas operasional perseroan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kebakaran pada Sabtu (6/6/2026). Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pabrik perusahaan pengolahan ikan dan hasil laut itu berlokasi di Jalan Raya Pati-Juwana Km. 7, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dengan kode pos 59119.

Direktur Utama Dua Putra, Bambang Panca Putra Yudiono menjelaskan, insiden kebakaran terdeteksi pertama kali sekitar pukul 06.00 WIB.

"Perseroan segera mengaktifkan protokol tanggap darurat internal begitu insiden ini diketahui, dan langkah koordinasi dengan pihak eksternal dilakukan secara bersamaan tanpa penundaan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Saat ini, kata dia, api berhasil dipadamkan di mana prosesnya dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi, sehingga eskalasi lebih lanjut dapat dicegah. Dia juga memastikan tidak ada korban jiwa dan korban luka serius akibat musibah ini.

"Perseroan saat ini melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi fasilitas guna memastikan keamanan area sebelum aktivitas operasional kembali dijalankan," kata Bambang.

Dia menyebut, hasil investigasi akan disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia menegaskan, perseroan selalu transparan dan akuntabel dalam melaporkan setiap perkembangan situasi ini.

Selain itu, perseroan juga akan mengalihkan aktivitas produksi yang terdampak untuk sementara waktu ke fasilitas operasional lainnya. Hal ini dilakukan demi menjaga kesinambungan pasokan kepada pelanggan tetap terjaga.

"Perseroan memperkirakan kondisi operasional dapat pulih sepenuhnya dalam kurun waktu enam bulan, sejalan dengan progres pemulihan fasilitas dan normalisasi lini produksi," pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah) 

SHARE