Parade IPO, BACH dan EMMI Catat Saham Perdana di BEI Hari Ini
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026).
IDXChannel - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026). Kedua perusahaan tersebut menjadi emiten keempat dan kelima yang IPO pada 2026.
BACH dan EMMI menjadi bagian dari parade IPO para pendatang baru di BEI bulan Juli 2026. Kedua perusahaan itu masuk gelombang kedua setelah sebelumnya PT Nitramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) juga melakukan aksi korporasi serupa.
BACH menandai IPO dengan rencana perubahan pengendali oleh Djarum Group lewat PT Global Telekomunikasi Prima (GTP). Adapun BACH yang bergerak di bidang penyewaan genset untuk industri terafiliasi dengan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Setelah IPO, GTP akan menjadi pengendali langsung setelah mendapatkan pengalihan saham dari PT Bach Multi Sukses Investama. Proses pengalihan ini akan dilakukan melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi paling lambat 5 hari setelah pencatatan.
BACH menerbitkan 615 juta saham atau 15,06 persen dengan harga final IPO sebesar Rp442 per saham. Perseroan akan memperoleh dana IPO sebesar Rp271,8 miliar.
Sementara EMMI yang bergerak di sektor industri alat kesehatan menerbitkan 522,8 juta saham atau 30 persen saham. EMMI meraih dana IPO Rp245,7 miliar setelah menetapkan harga final Rp470.
Kedua perusahaan tercatat itu telah menuntaskan proses distribusi saham pada Selasa (7/7/2026). Investor ritel yang memesan di bawah Rp100 juta hanya memperoleh penjatahan 1-2 lot saja. Sedangkan mereka yang mengikuti penjatahan atas meraih 0,8 persen dari total pesanan untuk BACH dan 6,6 persen untuk EMMI.
Saham BACH akan masuk papan utama di BEI dengan valuasi mencapai Rp1,8 triliun. Secara sektoral, BACH akan masuk Perindustrian dengan subindustri Perdagangan Aneka Barang Perindustrian.
Adapun EMMI akan masuk ke papan pengembangan dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp819 miliar. Saham EMMI ditempatkan di sektor Kesehatan dengan subindustri Peralatan Kesehatan.
(Rahmat Fiansyah)