MARKET NEWS

Pasar Saham Masih Lesu, BEI Kebut Pengembangan ETF Bond dan Instrumen Investasi Baru

Tangguh Yudha 08/07/2026 17:22 WIB

BEI memastikan tetap melanjutkan agenda pengembangan produk dan pendalaman pasar meski kondisi pasar saham tengah menghadapi tekanan.

Pasar Saham Masih Lesu, BEI Kebut Pengembangan ETF Bond dan Instrumen Investasi Baru. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan tetap melanjutkan agenda pengembangan produk dan pendalaman pasar meski kondisi pasar saham tengah menghadapi tekanan akibat berbagai faktor global.

Direktur Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan BEI Irvan Susandy mengatakan, kondisi pasar saat ini tengah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya tensi global hingga maraknya penawaran umum perdana saham (IPO) berskala besar di pasar luar negeri.

"Dari kami sih sebenarnya tetap strict dengan apa yang kami sudah rencanakan," katanya saat dijumpai di Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Salah satu yang menjadi fokus adalah mengejar peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis obligasi atau ETF Bond pada semester II-2026, dengan target realisasi pada kuartal III atau awal kuartal IV.

Selain itu, kata Irvan, BEI juga masih melanjutkan pembahasan terkait sejumlah produk baru lainnya, termasuk Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN), yang saat ini masih dalam tahap diskusi bersama para pelaku pasar.

"Karena suka tidak suka market seperti apapun kami harus tetap bisa menyediakan infrastruktur yang baik, menyediakan produk yang menarik dan juga melakukan kendalaman pasar. Ini akan terus kami lakukan dengan kondisi market seperti apapun," ujarnya.

Lebih lanjut, Irvan mengakui aktivitas pasar saat ini masih sangat bergantung pada instrumen saham. Sementara itu, perdagangan derivatif mulai berkembang meski skalanya masih kecil, sedangkan pasar obligasi lebih banyak didominasi investor institusi sehingga partisipasi investor ritel masih terbatas.

Menurutnya, BEI akan terus berdiskusi dengan anggota bursa untuk menghadirkan lebih banyak produk yang tidak hanya memperluas pilihan instrumen investasi, tetapi juga mampu menarik minat pelaku pasar.

"Ini yang sedang kita diskusikan juga tapi kita coba deliver beberapa janji-janji kita atau rencana kita sebagaimana kita jelaskan di awal tahun," kata Irvan.

(Dhera Arizona)

SHARE