Pendapatan ASLC Naik Jadi Rp283,6 Miliar, Penjualan Mobil Bekas Jadi Penopang Utama
Kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini menjadi landasan optimisme perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan pada kuartal II dan kuartal III-2026.
IDXChannel – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I-2026 seiring meningkatnya penjualan ritel mobil bekas selama periode Lebaran.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, mengatakan peningkatan penjualan pada periode Lebaran berhasil mendongkrak pendapatan perseroan, terutama melalui bisnis penjualan mobil bekas Caroline.id.
"Penjualan ritel mobil bekas Caroline.id pada periode Januari-Maret 2026 mampu memberikan kontribusi sebesar 82,7 persen terhadap total pendapatan ASLC," ujar Jany dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
ASLC yang menjalankan bisnis balai lelang melalui JBA, penjualan mobil bekas melalui Caroline.id, serta layanan pegadaian kendaraan melalui MotoGadai, membukukan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar pada kuartal I-2026.
Nilai tersebut tumbuh 27,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini menjadi landasan optimisme perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan pada kuartal II dan kuartal III-2026.
Menurut perseroan, peningkatan jumlah pengunjung website maupun konsumen yang datang ke cabang Caroline.id menjadi indikasi bahwa strategi Online-to-Offline (O2O) berhasil memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis.
Selain itu, ASLC juga terus memperkuat strategi branding melalui pengembangan ekosistem omnichannel otomotif terintegrasi yang menghubungkan balai lelang JBA, dealer mobil bekas Caroline.id, dan layanan pegadaian kendaraan MotoGadai.
"Pertumbuhan yang kumulatif dicapai melalui perluasan jaringan fisik, inovasi digital berbasis data, serta jaminan kualitas layanan kepada pelanggan untuk memperkuat kepercayaan pasar secara berkelanjutan. Dengan demikian, perseroan dapat mengoptimalkan kemampuan dalam menjangkau konsumen," kata Jany.
Perseroan optimistis kombinasi strategi omnichannel, ekspansi jaringan, dan inovasi digital akan menjadi pendorong pertumbuhan berkelanjutan pada sisa tahun 2026.
(Shifa Nurhaliza Putri)