MARKET NEWS

Pendapatan Melonjak 176,7 Persen, RMKE Bukukan Laba Rp163,1 Miliar di Semester I-2026

Dhera Arizona Pratiwi 02/08/2026 08:00 WIB

PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan laba bersih sebesar Rp163,1 miliar sepanjang semester I-2026.

Pendapatan Melonjak 176,7 Persen, RMKE Bukukan Laba Rp163,1 Miliar di Semester I-2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan laba bersih sebesar Rp163,1 miliar sepanjang semester I-2026. Jumlah ini tumbuh 86,2 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu (YoY).

Pertumbuhan laba bersih ini bahkan berlanjut lebih tinggi pada kuartal II-2026, dengan kenaikan sebesar 197,7 persen YoY menjadi Rp107,3 miliar.

Seiring dengan capaian tersebut, pendapatan usaha RMKE tercatat sebanyak Rp1,6 triliun pada semester I-2026. Jumlah ini tumbuh signifikan 176,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

"Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh kenaikan kontribusi dari segmen penjualan batu bara sebesar 72,1 persen dan segmen jasa batu bara sebesar 27,9 persen," ujar Direktur Utama RMKE Vincent Saputra dalam pernyataan resmi, Minggu (2/8/2026).

Pada segmen penjualan batu bara, peningkatan pendapatan ditopang oleh kenaikan volume penjualan yang mencapai 1,7 juta ton, tumbuh 302,3 persen YoY, serta kenaikan harga jual rata-rata sebesar 15,1 persen YoY. Kenaikan volume dan harga jual tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan batu bara sepanjang semester I-2026.

Sementara itu, pendapatan dari segmen jasa pengangkutan batu bara turut meningkat seiring dengan kenaikan volume hauling yang mencapai 1,4 juta ton, atau tumbuh 424,9 persen YoY. Peningkatan volume ini turut mendukung perseroan dalam mencapai volume muatan barge sebesar 3,2 juta ton.

Dari sisi profitabilitas usaha, laba usaha perseroan dikontribusikan oleh segmen penjualan batu bara sebesar 36,3 persen dan segmen jasa batu bara 63,7 persen.

Perseroan juga berhasil menjaga arus kas dari aktivitas operasional tetap positif, dengan pertumbuhan sebesar 62,8 persen YoY menjadi Rp140,3 miliar. Di samping itu, RMKE tetap menjaga kesehatan struktur permodalannya, tercermin dari rasio utang finansial terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) yang terjaga di level 0,55 kali.

Vincent menyampaikan, segmen jasa memberikan kontribusi laba dengan margin yang lebih tinggi dibandingkan segmen penjualan batu bara, mencerminkan operating leverage yang melekat pada model bisnis logistik berbasis aset. 

Meski demikian, kedua segmen ini bersifat saling melengkapi, bukan saling bersaing sebagai pusat laba.

"Pertumbuhan volume jasa secara langsung mendorong peningkatan volume penjualan batu bara, karena volume jasa yang lebih baik memungkinkan perseroan untuk menjual batu bara dalam volume yang lebih besar," katanya.

Menurutnya, hubungan yang saling menguatkan antara segmen jasa dan penjualan ini memperkuat basis laba RMKE secara keseluruhan, di mana masing-masing segmen saling mendukung pertumbuhan satu sama lain, bukan berjalan sendiri-sendiri.

"Kami melihat tren yang jauh lebih baik pada kuartal kedua tahun ini, dengan pertumbuhan di seluruh segmen usaha yang kami miliki. Kami juga melihat iklim usaha yang akan semakin kondusif di sektor pertambangan, seiring dengan kebijakan pemerintah yang jauh lebih jelas pada semester kedua tahun ini," ujar Vincent.

(Dhera Arizona)

SHARE