MARKET NEWS

Pendapatan Metrodata (MTDL) Tumbuh 8,1 Persen Sepanjang 2025, Ini Segmen Penopangnya

Dhera Arizona Pratiwi 26/03/2026 16:30 WIB

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan Rp27,2 triliun sepanjang 2025.

Pendapatan Metrodata (MTDL) Tumbuh 8,1 Persen Sepanjang 2025, Ini Segmen Penopangnya. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan Rp27,2 triliun sepanjang 2025. Capaian ini tumbuh 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp25,15 triliun.

Dari pendapatan tersebut, perseroan berhasil meraih laba bersih konsolidasi sebesar Rp814,0 miliar atau tumbuh 10 persen dari tahun sebelumnya. Perolehan laba bersih konsolidasi ini mencerminkan ketahanan kinerja dan efektivitas strategi bisnis perseroan.

“Kemampuan perseroan dalam menjaga stabilitas penjualan PC dan notebook menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung kinerja di tengah melemahnya daya beli dan pengetatan belanja pemerintah, seiring dengan strategi diversifikasi produk serta penguatan layanan pada segmen solusi dan konsultasi yang turut mendorong pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja dalam pernyataan resminya, Kamis (26/3/2026).

Dari berbagai jenis usaha yang digeluti perseroan, unit bisnis Distribusi tetap menjadi kontributor utama pendapatan. Penerapan strategi diversifikasi produk telah mengantarkan unit bisnis Distribusi meraih pertumbuha penjualan hingga 9,0 persen dari tahun sebelumnya.

Penjualan segmen Smartphone tumbuh signifikan sebesar 24,6 persen dan segmen komersial meningkat 7,2 persen.

Sementara itu, unit Solusi dan Konsultasi Digital terus menunjukkan peningkatan kualitas pertumbuhan. Penjualan unit ini meningkat 4,5 persen dengan perolehan laba bersih naik hingga 12,0 persen.

Menurut dia, meningkatnya permintaan pada layanan berbasis teknologi, khususnya Cloud, Hybrid infrastructure, Cybersecurity merupakan faktor utama pendukung pertumbuhan bisnis solusi milik perseroan.

Di sisi lain, model bisnis berbasis subscription (berlangganan) pada unit solusi dan konsultasi menjadi kunci kemampuan perseroan menjaga stabilitas perolehan dari recurring income alias pendapatan berulang. Sementara seiring berlanjutnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor, perolehan order pada unit solusi dan konsultasi telah mulai menunjukkan tren pemulihan.

“Keberhasilan melalui tantangan kondisi makro tahun 2025 ini membuat kami semakin optimis dalam upaya memperkuat posisi perseroan sebagai digital solution provider dan dalam upaya meraih target menjadi perusahaan TIK terbesar di Indonesia,” kata Susanto.

Susanto mengaku bersyukur kinerja positif ini mampu dipertahankan di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

(Dhera Arizona)

SHARE